Catatan: cashflow muslim dan cerdas finansial

Catatan cashflow muslim golden rules ini saya perlukan untuk mengkonfirmasi data kesehatan keuangan saya. Seperti yang sudah dijelaskan pak Ahmad Gozali, begini aturan mainnya:

1. Pay Your God First

Ini artinya, setiap kali menerima penghasilan. Maka langkah pertama yang harus dilakukan adalah membayar dulu hak Allah swt. Karena sebagai muslim kita tentu yakin, bahwa segala rezeki datangnya hanya dari Allah dan atas izin Allah. Maka wajar saja jika kita harus bayarkan dulu hak Allah swt. Setiap rezeki yang kita terima, Allah telah menitipkan 2,5% hak para dhuafa di dalamnya. Maka pastikan rezeki yang kita terima sudah dibersihkan dengan zakat sebelum digunakan. Dan akan lebih baik lagi juga kita lengkapi rasa syukur kita dengan memberikan sedekah tambahan pada mereka yang berhak.

2. No Overdue

Jangan sepelekan pembayaran hutang. Karena jika sampai mengabaikan hutang, maka bersiaplah untuk kerugian yang lebih besar. Mulai dari denda keterlambatan, bunga tambahan, ancaman hukum perdata, efek psikologis karena dikejar hutang, dan seterusnya. Pembayaran hutang ini layaknya dialokasikan dari penghasilan bersih sesudah dipotong zakat, sebelum digunakan untuk hal lainnya.

3. Saving dulu, baru shopping

Priotitas ketiga, sesudah dipotong zakat dan membayar hutang, adalah untuk saving. Saving dalam arti luas ini mencakup di dalamnya tabungan untuk cadangan, investasi untuk masa depan, dan asuransi untuk berjaga-jaga. Saving ini dilakukan sebelum shopping atau belanja untuk kebutuhan hidup. Karena kebutuhan hidup tidak ada batasan maksimalnya, diberi berapapun pasti habis. Maka untuk biaya hidup ini sebaiknya diambil dari sisanya saja. Sisa setelah membayar zakat, membayar hutang, dan saving. Sisanya, barulah dihabiskan untuk mencukupi biaya hidup.

**

Sekali lagi, tantangan kelas bunda sayang level 8 menuntut saya untuk lebih cerdas dalam membuat perencanaan keuangan. Setoran yang ada sebenarnya hanya sedikit menggambarkan cara saya mengatur pengeluaran belanja saya. Sesungguhnya gambaran yang lebih jelas lagi saya hadapi ketika selesai menuliskan (kembali) catatan keuangan sebulan terakhir. Ada beberapa catatan tentang hutang yang belum diselesaikan, beberapa aliran keuangan yang tidak tercatat, juga tidak tersalurkan dengan baik.

Secara sekilas saya menilai kesehatan keuangan saya tidak terlalu baik dan saya merasa banyak hal harus diperbaiki. Cashflow muslim golden rules di atas bisa menjadi acuan saya untuk merancang kembali manajemen keuangan yang lebih baik. Di samping itu, cek kesehatan keuangan perlu dibuat sebagai evaluasi atas kondisi keuangan keluarga, karena saya yang dititipkan amanah oleh pak suami. Salah satu metode tentang diagnosa keuangan bisa dibaca disini sebagai referensi.

Jadi, terima kasih atas nikmat rezeki yang Allah berikan melalui tantangan kelas bunsay IIP ini. Satu per satu akan dievaluasi. Peer saya masih banyak sekali. Saatnya kembali ke laptop.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s