Proyek keluarga: yuk khatamkan membaca terjemahan Al-Qur’an

HARI KEDELAPAN

Bismillah. Salah satu proyek keluarga kami adalah mengkhatamkan (menyelesaikan) membaca terjemahan al-Qur’an. Siapa yang melaksanakan proyek ini? Tentu saja saya dan pak suami, bersama-sama.

Proyek Khatamkan Membaca Terjemahan Al-Qur’an

Penanggungjawab: Istri

Pelaksana: Suami & Istri

Durasi:

Setiap hari kami harus menyelesaikan satu lembar terjemahan al-Qur’an, dimulai dari tanggal 1 April 2017 hingga seluruh lembaran kami berhasil khatamkan. Batas waktu target harian adalah tiap subuh pada hari keesokannya.

Pelaksanaan:

Kami sepakati melaksanakan proyek ini dengan setiap hari melaporkan ke grup WA khusus yang kami buat untuk proyek ini. Target harian kami adalah menyelesaikan bacaan terjemahan al-Quran sebanyak satu lembar bacaan (dua halaman bolak balik) dimulai dari al-Fatihah juz 1. Target utama kami adalah tentu saja khatam membaca terjemahan al-Quran, hingga QS an-Naas juz 30.

Kenapa ini penting bagi kami? Mengkhatamkan bacaan al-Qur’an sudah barang tentu hal yang biasa dilakukan oleh Muslim. Tapi mengkhatamkan membaca terjemahannya, tidak semua orang melakukannya. Padahal membaca tafsir dan mentadabburi al-Qur’an lebih penting dilakukan oleh muslim untuk mempelajari dan memahami ayat-ayat Tuhannya, untuk mencari panduan hidupnya yang hanya diturunkan Allah melalui malaikat Jibril dan disampaikan kepada Rasulullah SAW yang kemudian dibukukan dalam bentuk mushaf, yaitu al-Qur’an. Bagaimana seorang muslim non bangsa Arab tahu dan paham cara hidupnya bila tidak membaca terjemahan kitab Tuhannya?

“Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran.” (QS. Shad : 29)

Bagi saya pribadi, proyek ini bukan hal yang baru dilakukan karena bersama kakak-kakak di Pembinaan Adik Asuh YISC (PAYISC) al-Azhar kami sudah pernah menggagas program sejenis ODOJ (One Day One Juz), namun grup tilawah kami memfokuskan untuk khatam membaca al-Qur’an beserta artinya setiap hari, yang bernama program Tiada Hari Tanpa al-Qur’an (THTA). Program THTA ini sempat kami publikasikan meluas hingga kemudian terbentuk beberapa grup di bawah grup pusat PAYISC, namun karena keterbatasan waktu dan kemampuan tilawah akhirnya saya sendiri memutuskan untuk lepas dari grup pusat dan mengelola grup THTA dimana saya aktif didalamnya sebagai admin. Alhamdulillah, terlepas dari naik turunnya kami dalam ibadah tilawah ini, grup ini masih aktif hingga hari ini walaupun adminnya sering menghilang kalau sedang kumat. Haha.

Nah, suami saya kebalikannya. Beliau belum menjalankan amalan ini walaupun guru kami di kelas Tadabbur al-Qur’an AQL Islamic Center, ustadz Bachtiar Nasir, sudah mewajibkan jamaah beliau untuk khatam membaca arti (terjemahan) dari al-Qur’an. Sudah lama saya dorong beliau untuk ikut program ini, tapi tampaknya beliau masih menikmati amalan tilawah saja. Ya sudah, saya biarkan dulu begitu, yang utama beliau tetap menikmati bertilawah.

Awalnya proyek ini tidak termasuk dalam proyek keluarga yang pertama kali saya buat. Namun melihat respon suami yang kurang pada proyek-proyek tersebut, saya ubah strategi untuk melibatkan suami dengan program-program yang sekiranya beliau minati. Komprod berhasil, ide proyek ini mendapat persetujuan dari beliau. Dan sampai hari ini, alhamdulillah kami sudah bersama-sama menyelesaikan bacaan terjemahan al-Qur’an hingga lembar ke-7.

Screenshot_2017-04-08-06-16-31  Screenshot_2017-04-05-06-58-54

Harapan utama saya, proyek ini dapat melatih dan meningkatkan kecerdasan spriritual kami berdua, melalui terjemahan ayat demi ayat yang kami baca. Setidaknya ini agar suami dapat menjadikan amalan ini sebagai suatu kebiasaan yang bila tidak dilakukannya satu hari beliau akan merasakan kehilangan kebersamaan dengan Tuhannya. Dengan melakukannya bersama-sama, saya berharap ini dapat meningkatkan kebersamaan kami berdua dalam menikmati ayat-ayat Tuhan kami dan dapat kemudian mendiskusikan isi ayat-ayat tersebut dan mentadabburi hikmah-hikmah yang tersirat.

Perjalanan kami masih panjang. Ada kalanya karena kesibukan masing-masing, kami merapel target bacaan hari ini di hari berikutnya. Tapi saya usahakan mengontrol hal ini untuk tidak melebihi dua hari. Selain itu juga, sepanjang perjalanan sampai hari ini kami hanya sesekali berdiskusi mengenai terjemahan yang kami baca karena terbatasnya waktu family forum kami berdua sementara yang penting untuk dikeluarkan saat forum tersebut juga cukup banyak. Semoga saya bisa mendorong diskusi ini lebih maksimal saat akhir pekan tiba.

Kalau mau khatam membaca seluruh terjemahan al-Qur’an, maka dibutuhkan waktu cukup lama. Tapi memang harus kami cicil dari sekarang, sedikit demi sedikit. Saya sih optimis kami akan berhasil bersama-sama, in syaa Allah. Kalau anda, bagaimana?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s