Pekan pertama proyek pindah rumah

Kali ini, saya akan melaporkan perkembangan proyek pindah rumah yang sudah berjalan sepekan sebelumnya, yaitu dari periode waktu 26 Maret – 1 April 207. Detil proyek keluarga ini sudah saya jabarkan di tulisan sebelumnya. Silakan baca kembali disini.

HARI PERTAMA

Kenapa kami pilih tanggal 26 Maret 2017 sebagai awal mula proyek keluarga kami? Ini adalah hari pertama keluarga besar pak suami menerima suami kakak sebagai anggota keluarga baru kami. Dan suami baru terlihat menunjukkan minatnya untuk menjalankan agenda pindah rumah.

Sebenarnya ide pindah rumah sudah lama terpikirkan untuk menjadi salah satu proyek keluaga kami, hanya saja saya belum berani mengajukan ide tersebut di family forum karena konsentrasi suami masih tertuju kepada hajat besar yang akan diselenggarakan oleh keluarga besarnya. Beberapa kali saya mengajak beliau untuk berdiskusi mengenai rencana pindahan, tapi timingnya kurang tepat. Respon suami tidak seperti yang diharapkan, beliau lebih memilih untuk menunda diskusi sementara saya kebalikannya, terus memintakan ide-ide dari beliau. Komunikasi di antara kami justru kemudian menjadi sarat emosi dan ego, ketika pada masing-masing muncul prasangkanya sendiri dan kemudian saling memaksakan keinginan.

Keadaan seperti ini masih berlanjut di awal pelaksanaan proyek pindah rumah. Komunikasi yang penuh emosi menjadikan komunikasi kami tidak berjalan baik. Saya pun lalai dalam menjalankan peran sebagai fasilitator diskusi bersama suami, karena pikiran dipenuhi prasangka buruk. Komunikasi tidak produktif seperti ini berulang kali terjadi, sehingga beberapa kali saya dan paksu harus mengambil jeda waktu untuk meredakan emosi masing-masing.

Salah satu penyebabnya adalah miskomunikasi di antara kami berdua. Saya di awal sudah memintakan pak suami agar menjadi penanggung jawab proyek pindah rumah ini, sementara menurut pak suami justru kebalikannya. Ada harapan saya untuk melatih kemandirian pak suami melalui tanggung jawab ini, tapi sebenarnya secara mental dan pemahaman tugas, pak suami memang belum siap. Saya berkali-kali kecewa bahwa pak suami tidak mengambil kontrol tanggung jawab, tapi sebenarnya ada andil saya dalam hal ini, karena saya sendiri tidak menjelaskan detil apa yang harus paksu kerjakan dan langsung memberikan tugas dengan anggapan bahwa beliau pasti sudah paham.

HARI KEDUA

Saya belum mau menyerah. Dengan lebih bersabar, saya coba memberikan sedikit bantuan instruksi sambil sesekali melepaskan beliau untuk mengambil pilihan.

Pelan tapi pasti, kami menikmati setiap tahapan proyek kami. Kebetulan pak suami mengambil cuti hari itu, jadi kami lebih leluasa untuk berkeliling. Dimulai dengan survei harga mesin cuci dan lemari es, saya yang lebih sering membuka tanya jawab dengan pramuniaga toko, sambil paksu menyimak dan mudah-mudahan juga belanja pengalaman. Berlanjut dengan survei kasur, saya masih memimpin diskusi kami dengan pramuniaga, namun suami sudah lebih percaya diri untuk bertanya atas dorongan rasa ingin tahu beliau. Ketika suami terlihat nyaman dengan beberapa pilihan tempat tidur, saya coba dorong beliau untuk membuat keputusan, mana yang terbaik untuk diambil. Dan alhamdulillah beliau melakukan hal tersebut.

Hari itu kami masih melanjutkan perjalanan untuk survei lemari pakaian, lalu kembali survei mesin cuci dan lemari es di tempat yang berbeda. Akan tetapi ada perbedaan yang terasa ketika kami berkomunikasi satu sama lain. Kegembiraan dan kepuasan yang terpancar di wajah pak suami memberikan kenyamanan bagi kami berdua untuk terus meningkatkan diskusi pada level yang intens. Semoga pengalaman yang kami jalani berdua juga bisa meningkatkan kepercayaan diri suami sebagai decision maker di keluarga kami.

HARI KETIGA

Pada hari ketiga, kami masih mengambil waktu untuk berkeliling survei perlengkapan rumah tangga, tapi lebih untuk dokumentasi dan perbandingan harga. Kami sepakat bahwa untuk beberapa barang baru akan kami beli di beberapa waktu ke depan, karena harus menyesuaikan perkembangan bangunan rumah. Berbeda dengan di awal masa proyek, dimana pak suami tadinya bersikukuh agar kami bersegera pindahan, beliau sudah lebih santai menerima keadaan rumah yang memang belum siap. Dan ini memberikan waktu pada kami berdua untuk melihat situasi dan kondisi dengan lebih terang dan merencanakan segala sesuatu dengan lebih matang.

HARI KEEMPAT

Di hari keempat, kami memberanikan diri untuk mencoba menginap di kamar yang paling siap untuk dihuni, dengan hanya berbekal nekat dan kasur baru yang bahkan belum dibuka plastiknya, hehe. Soalnya sayang sekali, jika kasur baru kami buka di saat rumah masih sering berdebu di kala tukang bekerja. Karena suami baru pulang kantor setelah ‘isya, praktis tugas membersihkan rumah sehari-hari menjadi tugas saya. Sementara suami kebagian tugas untuk mengangkat barang-barang perbekalan dari kamar lama, serta mengatur tata letak kasur dan perlengkapan di kamar baru.

Alhamdulillah, we did it. Rasanya senang sekali bisa istirahat di kamar baru setelah sesorean membersihkan rumah dari kotoran debu yang masih menumpuk. Sementara untuk tidur, kami mengakali dengan memasang bed cover sebagai alas penutup kasur baru kami supaya kami bisa tidur, hehe. Segala kekurangan kami coba untuk nikmati dan disyukuri.

Malam itu menjadi malam pertama sekaligus malam terakhir di pekan ini kami menginap di sana. Setiap sore saya selalu membersihkan kamar tersebut dan ruangan rumah lainnya seusai tukang bekerja, sebagai persiapan sewaktu-waktu suami berminat untuk menginap lagi. Tapi dengan berbagai alasan, kami memang belum berminat untuk kembali. Alasan utama adalah karena semua barang-barang keperluan penting kami belum bisa dipindahkan ke rumah baru. Ini yang menjadikan kami tidak leluasa jika menginap di kamar baru. Yaa.. bilang saja kami masih betah di kamar lama, hehe.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s