Tantangan 10 hari: proyek keluarga kami

Tantangan kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional (baca: tantangan proyek keluarga) kali ini memberikan tantangan tersendiri bagi saya dan suami untuk terus berproses menjadi a good partner, dan kemudian a good team. Setidaknya di awal saya sudah merasakan hal itu hehe.

Pada saat saya memulai menuliskan setoran tantangan 10 pada hari ini, saya mereview kembali perjalanan proyek keluarga kami yang sudah berjalan beberapa hari dengan segala suka dukanya. Saya menyadari betul bahwa saya dan suami pasangan yang berbeda karakter. Saya cenderung gerak cepat, sementara beliau lambat. Saya cenderung berinisiatif cepat jika muncul ide dan langsung eksekusi, beliau cenderung kurang kreatif dan menunggu instruksi. Selama pernikahan kami, saya sangat belajar untuk banyak melempar ide dan instruksi kepada suami. Ketika saya berikan pilihan-pilihan kepada suami, jawaban beliau singkat saja, “bebas”, “ok”, atau “boleh” tanpa memberikan kejelasan mana yang terbaik menurut beliau ataupun memberikan argumentasi kenapa yang ini oke dan yang itu tidak ok. Beliau banyak nurutnya dengan pilihan-pilihan yang saya ajukan. Saking percayanya kepada saya kali ya. Sedang saya cuma bisa meringis, karena suami tidak memberikan solusi yang sedang saya butuhkan, haha. Oke, rupanya saat itu saya yang harus membuat keputusan sendiri.

Alhamdulillah, sebenarnya untuk melaksanakan tantangan kali ini bekal saya sudah cukup kuat. Dari materi sebelumnya, komunikasi produktif dan melatih kemandirian anak, sebenarnya sangat banyak poin-poin yang dapat dijalankan sebagai strategi dalam menjalankan tantangan ketiga ini, terutama terkait membangun kerjasama dengan suami dalam menjalankan proyek keluarga. Namun dengan segala kelemahan saya, sepertinya di awal-awal proyek kami, saya seperti tersesat dan menemui banyak tantangan dari suami sendiri. Apa itu? Komunikasi kami berdua yang kurang produktif dan kemandirian baik dari suami dan saya yang masih harus terus dilatih. Untuk lebih detilnya, akan saya tuliskan di setoran tantangan 10 hari berikutnya.

Untuk ide kegiatan proyek keluarga, saya coba susun berdasarkan prioritas dalam hidup kami. Saat ini pembangunan rumah kami sudah rampung 75%, sementara ada sedikit tekanan dari keluarga suami agar kami bisa segera pindah ke rumah baru tersebut. Karena kakak suami baru saja menikah dan kembali menempati rumah bapak yang tidak terlalu lapang untuk kami ber-8 orang, maka mau tidak mau kami menyegerakan agenda pindah rumah; tentu saja dengan menyesuaikan progress pekerjaan tukang. Agenda pindah rumah menjadi proyek utama keluarga kami saat ini, di samping beberapa agenda kecil yang saya coba susun. Proyek pindah rumah saya coba uraikan lagi ke dalam beberapa proyek kecil karena masih terlalu besar.

Proyek Pindah Rumah

Penanggungjawab: Saya (istri)

Durasi: 1 bulan

  • Periode pertama 26 Maret – 2 April 2017, mempersiapkan kamar di lantai atas untuk bisa ditempati,
  • Periode kedua 3 – 8 April 2017, kami sudah bisa menempati kamar atas sambil menyicil memindahkan barang-barang dari kamar di rumah orangtua,
  • Periode ketiga 9 – 29 April 2017, mengkondisikan ruangan-ruangan lainnya.

Pelaksanaan:

  • Periode pertama: merancang tata letak kamar utama, membuat perencanaan belanja barang untuk kamar utama (budgeting), survei harga dan belanja barang yang paling prioritas, bersih-bersih dan mengkondisikan kamar, menyicil pindah barang-barang dari kamar lama,
  • Periode kedua: merancang tata letak ruang atas yaitu kamar kecil, ruang tengah atas serta teras atas jika memungkinkan, selesai memindahkan barang-barang dari kamar lama, budgeting untuk keperluan ruang atas dan ruang bawah, survei dan belanja barang untuk kedua ruangan, bersih-bersih dan mengkondisikan kamar tidur kecil,
  • Periode ketiga: merancang tata letak ruang bawah yaitu ruang tamu atau ruang keluarga, kamar mandi bawah, dan dapur, mengkondisikan ruang bawah, dan semoga kami sudah menyelesaikan proyek utama keluarga kami ini.

Pembagian tugas:

  • Suami: sebagai pemimpin keluarga, saya tetap melibatkan beliau di semua tahapan proyek pindah rumah yang saya tanggung dan posisi beliau adalah tetap sebagai decision maker serta penasihat di pelaksanaan proyek, beliau pelaksana bersih-bersih saat hari libur, juga tak kalah penting seksi dokumentasi,
  • Istri: sebagai pimpro, posisi saya sebagai konsultan yang memberikan saran dan masukan kepada suami terkait desain kamar dan ruangan-ruangan lainnya, mengajukan barang-barang yang perlu dibeli, serta mengatur teknis pindah rumah, membuat perencanaan budget belanja, juga sebagai pelaksana bersih-bersih (harian), seksi konsumsi dan pula seksi dokumentasi 2, penghubung antara suami dan tukang.

Dana:

Alhamdulillah menjelang proyek pindah rumah ini, suami mendapatkan bonus yang melebihi dari cukup dari kantor. Tentu saja, ini tetap menjadi tantangan bagi saya untuk mengatur semua pengeluaran agar kami tidak menjadi boros.

Di samping proyek besar keluarga kami di atas, saya juga menyusun beberapa proyek kecil. Ini proyek yang sifatnya lebih ke personal, sederhana, dan dengan jangka waktu lebih pendek; walaupun beberapa proyek juga membutuhkan waktu pelaksanaan lebih lama. Proyek tersebut sebagai berikut:

  1. Hijrah to bank syariah: Proyek ini lebih ditujukan kepada pak suami yang belum memiliki rekening bank syariah. Target waktu penyelesaian proyek dari 27 Maret sampai paling lambat 30 April 2017.
  2. Menu 10 hari: Sebagai bagian dari praktik bunda cekatan dan persiapan menuju dapur baru (#halah), saya akan menyusun menu 10 hari. Target waktu dari tanggal 1 – 10 April 2017.
  3. Khatam membaca terjemahan al-Quran: Proyek ini kami akan laksanakan setiap hari dengan jumlah halaman tertentu (ini belum kami sepakati di family forum). Target kami adalah tentu saja hingga khatam membaca terjemahan al-Quran, dimulai pada tanggal 1 April 2017.
  4. No gadget on Sunday: Ini adalah proyek yang sudah kami rencanakan beberapa pekan lalu, hanya saja kami kurang disiplin dalam menjalankannya. Untuk membiasakan adab ini, saya akan coba mendorong kembali paksu (juga diri saya sendiri) untuk disiplin secara bertahap dalam bulan pertama, lalu maju ke bulan kedua dan ketiga.

Bismillaahirrahmaanirrahiim. Biidznillah. Semoga Allah mampukan dan mudahkan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s