Hore, tantangan kali ini proyek keluarga

Salam.

Pekan terakhir setiap bulan sudah menjadi agenda rutin di kelas Bunda Sayang IIP untuk pemberian materi baru. Dan selasa lalu materi baru sudah diberikan oleh tim fasilitator grup Jakarta batch 1, disusul dengan diskusi materi dan kemudian game tantangan 10 hari.

Taraaa… Tantangan kelas Bunda Sayang kali ini adalah membuat Proyek Keluarga. Apa itu? Projek Keluarga itu adalah aktivitas yang secara sadar dibicarakan bersama, dikerjakan bersama oleh seluruh atau sebagian anggota keluarga dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara bersama pula.

Cuma itu aja? Ga juga sih. Tujuan utama dari game kelas bunda sayang adalah supaya para ibu pembelajar bisa terus berlatih mengunci ilmu yang sudah didapatkan dengan amal yaitu dengan praktik langsung.Sampai pada materi ketiga ini, kami sudah mempelajari materi komunikasi produktif, melatih kemandirian anak dan terakhir, tentang pentingnya meningkatkan kecerdasan anak demi kebahagiaan hidup. Jadi, dari game kali ini, kami harus melakukan pengamatan terkait aspek dari materi-materi tersebut. Untuk aspek komunikasi produktif, pengamatan adalah pada bagaimana pola komunikasi anak-anak selama menjalankan projek keluarga. Pada aspek kemandirian, apakah sudah makin terlihat tingkat kemandirian anak-anak dalam mengerjakan projek. Untuk aspek kecerdasan, pengamatan lebih tertuju kepada bagaimana cara anak meningkatkan rasa ingin tahunya (IQ), bagaimana cara anak mengelola emosi selama projek berjalan (Emotional Intelligence), bagaimana cara anak meningkatkan kebermanfaatan dirinya dengan projek tersebut (Spiritual Intelligence), dan bagaimana cara anak mengubah masalah menjadi peluang (Adversity Intelligence).

Lalu, bagaimana dengan yang belum menikah, yang menikah tapi belum memiliki anak, anak masih balita, atau suami istri LDR? Maka, proyek keluarga dibuat dengan subyek diri sendiri (untuk yang single atau LDR) atau subyek antara suami dan istri (untuk yang belum memiliki anak atau anak masih berumur bayi). Bisa juga libatkan balita sesuai kemampuan dan usia.

Masih bingung? Silakan simak materi lengkap dan penjelasan tentang tantangan 10 hari di blog catatan saya disini. Doakan saya bisa menjalankan tantangan kali ini dengan lancar ya. Karena sampai saat ini, saya juga masih bingung seperti apa proyek keluarga yang bisa saya ajak suami untuk kerjakan berdua. Berhubung beliau tipe orang yang moody dan suka berubah-ubah (ketika sudah membuat rencana), melebihi saya yang sebenarnya setipe dengan beliau, sepertinya tantangan proyek keluarga untuk beliau akan berjalan lebih alot daripada tantangan melatih kemandirian yang lalu.

Biidznillah, bune pembelajar akan tetap bersemangat. Tunggu postingan proyek keluarga berikutnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s