Evaluasi #tantangan10hari melatih kemandirian

Alhamdulillah Tantangan 10 Hari (T10H) kelas Bunda Sayang IIP sudah terlewati dengan segala dinamikanya. Saya masih belum bisa runtun setor tulisan di blog, lalu di FB grup, tapi ya tidak apa-apa. Itu hanya formalitas untuk pengumpulan tugas. Tantangan sebenarnya kan di kesehariannya dan di kelanjutan praktik seusai tantangan selesai. Dan itu yang lebih sulit.

Metode pengerjaan T10H saya, bahkan dari level pertama, adalah dengan menyesuaikan praktik-praktik yang sudah dijalankan sesuai target pribadi dan dijalankan sedari awal materi diberikan, baru kemudian mengambil sikap mana yang akan disetorkan untuk T10H. Karena sesungguhnya apa yang diajarkan pada materi Bunda Sayang sudah menjadi praktik keseharian, baik bagi yang sudah berkeluarga dan memiliki anak, maupun yang belum seperti saya. Hanya saja T10H ini diberikan sejatinya untuk menguatkan kami para ibu dan perempuan pembelajar untuk kembali on the track.

Dengan metode praktik yang saya gunakan, sepertinya polanya terlihat belum konsisten dan lambat ya. Saya (ternyata) tipe orang yang lambat untuk “menarik pedal gas”, tapi kalau sudah menemukan track-nya insyaaAllah “gas poll menjalankan kemudi”. Inilah hasil evaluasi diri sendiri yang saya pelajari (lagi).

Alhamdulillahi bini’matihi tatimmus shaalihat. Dengan adanya T10H level kedua ini, saya jadi bisa banyak melihat, membaca dan mempelajari latihan-latihan kemampuan kemandirian para ibu pembelajar lainnya. Mereka yang memiliki anak tentu saja menjadi fokus observasi saya sebagai calon ibu, aamiin hehe. Banyak inspirasi dan ilmu. Tentu saja mempelajari itu semua masih saja membuat saya rendah diri dan galau karena efek ‘too much good information’. Bisa ga ya saya seperti mereka nanti kalau dikasih amanah anak? Bisa ga ya saya melatih anak-anak saya nanti untuk mandiri sebagaimana mestinya? Ah, tapi seharusnya bikin saya lebih semangat untuk belajar dan mempersiapkan diri dong. Ayo, satu-satu bune, ambil intisari dari setiap pembelajaran, dan lalu buat check list.

Membuat check list, itu salah satu evaluasi besar saya dalam menjalankan T10H dari yang pertama dan yang kedua ini. Padahal selain sebagai portofolio, check list juga penting untuk evaluasi proses dan hasil. Tapi memang saya belum bisa konsisten membuat evaluasi tertulis, maunya langsung praktik saja. Alhasil check list (masih) belum ada dalam proses latihan saya. Semoga saja di T10H berikutnya saya bisa menjalankannya ya.

Ya paling tidak saya berjuang meningkatkan kemampuan kemandirian saya dan juga suami dalam T10H level kedua ini, minimal untuk praktik bunda produktif. Setelah merumuskan kandang waktu efektif dan jadwal saya sebagai manajer keluarga di Nice Homework Kelas Matrikulasi, lalu didukung dengan komunikasi produktif dengan diri sendiri untuk selalu semangat dan positif menjalankan praktik kemandirian, saya merasa T10H level kedua ini menjadi tahapan berikutnya yang sangat bagus untuk meningkatkan level praktik bunda produktif saya. Selalu berprogres lebih baik, tahap per tahap. Wow masyaaAllah, saya menulis ini sambil merasakan kobaran semangat di dada. Kau pasti bisa, bune.

Ya Allah, semoga Kau mampukan hamba untuk bisa istiqomahkan apa-apa yang sudah dipelajari dan menjalankannya. Semoga begitu juga dengan ibu-ibu pembelajar lainnya, aamiin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s