Sampai jumpa lagi, dok

Janjian setahun lalu untuk kembali lagi kesini akhirnya terpenuhi. 😂

Iya, ini semua gara-gara serumen telinga saya yang ternyata sudah menumpuk. Ini juga baru saya tahu dalam kunjungan check up telinga di RS THT-Bedah Proklamasi Menteng hari ini. Alhamdulillahi ‘ala kulli hal, saya jadi belajar lagi tentang anatomi tubuh sendiri.

Apa sih serumen ituuu? Serumen atau getah telinga adalah yang sering dituding sebagai kotoran telinga kita. Tapi itu mah sebenarnya bukan kotoran tubuh ya, tapi justru pelumas yang memang dirancang untuk melindungi telinga. Lalu kenapa dibilang kotoran telinga? Itu karena ia menangkap partikel-partikel halus seperti debu yang masuk ke dalam. Bila banyak partikel yang masuk, perlahan serumen pun akan berubah menjadi kotor. Nah, kata dokternya masing-masing tubuh memproduksi serumen beda-beda. Tiap orang memiliki serumen yang berbeda sehingga frekuensi dibersihkannya juga berbeda. Jadi serumen tidak selalu banyak dan tidak selalu menutup liang telinga, sehingga sebetulnya tidak perlu terlalu sering membersihkan telinga. Kalau rasanya gatal atau kelihatan di pintu telinga ada serumen yang keluar, baru deh dibersihkan (DetikHealth). Kalau kotorannya sudah mengeras, yaa harus dokter yang mengeluarkannya dengan alat pembersih khusus.
Kalau saya mah, kata dokternya termasuk yang harus rutin dibersihkan. Tahun lalu saya diminta untuk datang check up setahun sekali, tapi giliran hari ini berkunjung ke dokter, jadwal check up nya diminta jadi 6 bulan sekali. Soalnya cuma jarak setahun, ternyata cukup banyak serumen yang menumpuk dan akhirnya mengeras, jadi harus dokter yang bantu bersihkan. Eits kalau uda mengeras gitu, ga boleh dibersihkan pakai cotton bud, ntar kotorannya makin kedorong ke dalam dan malah bahaya karena area dalam lebih sensitif dan salah membersihkan bisa jadi infeksi.

Nah kan, urusan kesehatan telinga ternyata cukup njelimet. Menurut saya begitu, dan agak khawatir juga karena biaya tindakan dokter cukup mahal. Sementara ini belum nemu dokter dengan asisten dokter yang juga perempuan di puskesmas terdekat, alhasil saya masih ke rumah sakit besar untuk minta bantuan dokter disana hikss.

Yaaa, berarti harus tambah ilmunya lagi dong biar bisa merawat diri lebih baik lagi. Ikhtiarnya gitu dulu deh. Nanti kan Allah yang bantu sehatkan tubuh kita ☺.

Sampai jumpa lain waktu dok. Mudah-mudahan ini bentuk silaturahim kita. Saya juga senang kalau main ke RS itu, bisa mampir ke taman proklamasi yang berlokasi persis di depannya. Pohon-pohonnya tinggi dan udara sejuk sekali. Kalau Jakarta banyak tamannya, memang senang rasanya. Menyejukkan mata sekali. Salam.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s