NHW#9: everyone is a changemaker

Kelas matrikulasi Institut Ibu Profesional batch 2 sudah memasuki materi terakhir pekan lalu dengan materi mengenai “Bunda sebagai Agen Perubahan”, yang menandakan pula bahwa ini adalah Nice Home Work (NHW) kami yang terakhir. Alhamdulillah. Materinya sendiri bisa dibaca disini ya.

Sedikit lalai pekan lalu, setelah menerima tugas NHW#9, saya tidak ingat masih memiliki kewajiban mengerjakan tugas IIP karena terlalu semangat menyelesaikan laporan keuangan proyek kecil saya dan pak suami, yang sebenarnya adalah laporan rutin yang seharusnya dikerjakan setiap hari, kemudian berlanjut pada laporan keuangan komunitas yang masih saya kelola. Nah, karena saya terlambat memulai mengerjakan tugas, kali ini saya juga terlambat untuk posting tugas. Sepertinya memang benar, saya butuh waktu untuk mencerna tugas dan lalu menetapkan jawaban yang sesuai dengan kondisi saat ini. My trouble with time management is challenged me again. Alhamdulillah ‘ala kulli hal. Mohon dimaafkan, dan mari kita lanjut ke jalan yang lurus, hehe.

Catatan tebal untuk kami sebagai ibu pembelajar bahwa bunda shalehah adalah bunda yang keberadaannya bermanfaat bagi dirinya, keluarganya dan lingkungan sekitarnya. Dan ketika memberikan kontribusi melalui manfaat-manfaat peran yang kita ambil di dunia ini, satu hal penting adalah bahwa kami harus merasa TENTRAM dalam menjalankannya.

Beberapa bulan lalu gamang dengan ranah dimana saya beraktivitas, mungkin itu dikarenakan saya bukan berada di wilayah yang saya minati dan kuasai sebenarnya. Sementara di NHW#8 sebelumnya, kami belajar memetakan produktivitas kami pada aktivitas-aktivitas yang kami suka dan kami bisa. Jadi saya rasa, untuk memulai menjadi agen perubahan, saya harus memulai pada aktivitas-aktivitas tersebut agar saya juga merasa tentram dan nyaman ketika menjalankannya.

Kembali pada NHW#9, sesuai dengan tema besar materi yaitu Bunda Sebagai Agen Perubahan, kami diminta untuk melihat kembali isu sosial di sekitar kami untuk belajar membuat solusi terbaik di keluarga dan masyarakat. Tentunya ini setelah menemukan passion (ketertarikan) minat kami masing-masing. Rumus untuk membantu tugas sebagai berikut, penjelasan lebih lanjut dapat dibaca pada materi.

PASSION + EMPHATY = SOCIAL VENTURE

Kali ini saya mengambil contoh aktivitas yang pelan-pelan saya sukai dan bisa lakukan walaupun belum bisa dikatakan pandai apalagi ahli hehe. Iyes, memasak is such a new hobby. Tidak hanya itu saja, tapi lebih khusus saya senang memasak makanan yang lebih sehat dan bersih untuk saya pribadi dan suami. Walaupun kami masih tinggal serumah dengan orangtua suami, tapi saya memang ‘terpaksa’ belajar memasak sendiri di rumah karena menyesuaikan kondisi kesehatan yang mulai menurun setelah menikah. Saya dan suami sukses menambah angka berat badan kami, sementara saya harus menerima kenyataan bahwa kolesterol dalam darah meningkat drastis. Sejak saat itu lah, saya mulai belajar memasak sendiri, dan yes saya belajar tentang hidup lebih sehat dan mengkonsumsi makanan yang sehat dan bersih.

15535349_1841799969398392_1337268334244134912_n

Jadi, kali ini boleh lah yaa saya turunkan minat baru itu ke dalam tugas NHW#9 saya. Banyak ilmu yang sebenarnya ingin saya bagi, salah satunya tentang seputar makanan yang sehat dan bersih ini. Ada cita-cita juga untuk ikut menggerakkan kembali para perempuan untuk kembali ke dapur dan memasak untuk keluarga. Tentu saja ini akan berjalan, seiring dengan bertambahnya jam terbang saya di dunia masak ini. Seperti saya bilang tadi di atas, saya kan juga masih newbie hehe tapi ini masih sejalan dengan praktik materi ‘bunda cekatan’ saya sendiri kok hehe. Semangat praktik ya kakak.

Minat hobi dan ketertarikan Softskill & hardskill Isu Sosial Masyarakat Ide Sosial
Memasak sehat dan bersih – Memasak

– Manajemen dapur

– Manajemen keuangan

– Manajemen waktu

– Percaya diri

– Berani mencoba

– Kurangnya pemahaman tentang pola makan sehat dan bersih

– Menurunnya kualitas kesehatan masyarakat

– Kurangnya pemahaman tentang cara mengolah makanan yang benar

– Banyak ibu beraktivitas di luar rumah yang mengabaikan asupan makanan keluarga

– Meningkatnya jumlah dan ragam makanan olahan di sekitar kita terutama makanan serba instan

Perempuan dan ibu, khususnya pengguna media sosial – Sosialisasi makanan sehat dan bersih melalui tulisan

– Sosialisasi gerakan kembali masak di dapur untuk keluarga

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s