Review checklist indikator profesional saya

Ini adalah review saya pribadi untuk tugas NHW#2 yang pernah saya tulis disini. Sementara review NHW#2 yang lengkap bisa dibaca di blog sebelah ya, kakak-kakak. Klik aja bunebelajar dot wordpress dot com (promosi blog sendiri hehe). And happy learning!

Pada review NHW#2, ternyata kami diingatkan kembali untuk mereview kembali KOMITMEN dan memperbaiki KONSISTENSI kami. Aktivitas  Shallow Work, yaitu aktivitas yang dangkal, tidak fokus, penuh distraksi (gangguan-gangguan) sehingga tidak memunculkan perubahan besar dalam hidup kita, bahkan banyak yang cenderung bosan dengan kesehariannya, harus diubah menjadi Deep Habit, aktivitas yang memerlukan fokus, ketajaman berpikir sehingga membawa perubahan besar dalam hidup kita. InsyaaAllah kami bisa. Yang perlu kami lakukan hanyalah “membuat komitmen setahap demi setahap, sesuai dengan kemampuan kita, kemudian belajar istiqomah, konsisten menjalankannya”.

Saya memperbaiki kembali checklist indikator keprofesionalisme saya pribadi. Kali ini saya memperhatikan bagaimana checklist ini bisa menjadi solusi untuk tantangan keseharian saya yang sulit disiplin mengatur waktu. Jadi checklist terutama berdasarkan indikator-indikator keprofesionalisme yang menjadi prioritas saya saat ini, dan bukan indikator ideal. Karena jika indikator yang ideal, listnya akan lebih panjang lagi hehe.

Berikut kondisi keluarga kami saat ini:

  1. Setelah rehat dari pekerjaan khidmat di lembaga dakwah, saya memiliki lebih banyak waktu di rumah
  2. Bersama pak suami, sedang berikhtiar untuk memiliki keturunan
  3. Amanah saat ini adalah mengontrol pembangunan rumah
  4. Amanah lain adalah bendahara di sebuah komunitas dakwah dan admin dari beberapa grup WA
  5. Saat ini masih tinggal bersama orangtua suami
  6. Tidak memiliki asisten RT
  7. Keinginan pribadi saya untuk merintis usaha online dari rumah

Berikut indikator profesional saya:

A. Sebagai individu

1. Disiplin

  • Menjalankan ibadah tepat waktu
  • Mengatur waktu antara pekerjaan domestic, waktu belajar, waktu bebas (me-time) dan aktivitas sosial serta mengerjakan jadwal tersebut tanpa menunda-nunda
  • Membuat time schedule minimal sehari sebelumnya dan mengevaluasinya
  • Datang tepat waktu pada janji/acara, terutama pada majelis ilmu
  • Membatasi pemakaian gadget berdasarkan prioritas, untuk menuntut ilmu (3 jam), me-time (1,5 jam) dan aktivitas sosial (1,5 jam).

2. Menjaga komunikasi dengan Allah

  • Tilawah rutin minimal 2 lembar/hari atau lebih
  • Merutinkan sedekah minimal tiap hari Jumat
  • Menjaga wudhu minimal saat mau tidur dan mau bepergian
  • Lisankan kalimat tayyibah, minimal dzikir pagi dan petang setiap hari
  • Shalat tahajud dan dhuha minimal 2 rakaat/hari

3. Hidup sehat

  • Memperbanyak minum air putih minimal 8 gelas/hari
  • Menjaga pola tidur (9-3)
  • Makan buah sebelum makanan berat dan melaksanakan metode clean-eating
  • Melakukan digital detox (hari tanpa gadget dan sosmed) minimal pada hari sabtu/ahad
  • Olahraga minimal jalan kaki keliling kompleks 3 kali sepekan dan senam aerobic satu kali sepekan

4. Istiqomah sebagai pembelajar

  • Membaca tafsir Quran minimal 1 lembar per hari
  • Membaca buku parenting minimal 1 lembar per hari
  • Mendengarkan kajian keislaman minimal 1 x sepekan
  • Menghadiri majelis ilmu secara offline minimal 1 x sepekan
  • Membuat resume kajian minimal 1 x sepekan
  • Menulis minimal 1 x sepekan di luar tugas IIP Jakarta dan menuangkan di blog

5. Membangun usaha dari rumah (jangka waktu belum ditentukan)

  • Merumuskan spesifikasi produk yang diinginkan
  • Mempelajari target pasar, manajemen pengelolaan dan pemasaran produk
  • Mempelajari ilmu ekonomi syariah baik dengan membaca jurnal, buku, artikel minimal sepekan sekali

6. Aktif berdakwah

  • Membuat prioritas pada grup WA yang tetap dijalankan
  • Delegasikan tugas admin grup yang tidak diperlukan
  • Mengatur manajemen waktu dakwah yaitu pada waktu bebas dan pada hari kerja
  • Bijak dalam berbagi informasi di medsos, selalu lakukan kroscek informasi dan praktikkan skeptical thinking
  • Membuat prioritas media sosial yang akan digunakan

7. Menjaga silaturahim dengan lingkungan sekitar

  • Rajin senyum, sapa dan salam dengan tetangga sekitar
  • Menyapa orangtua/mertua dan adik-adik dengan tatap muka/sms/telepon/wa minimal sehari sekali
  • Silaturahim ke orangtua minimal 2 pekan sekali
  • Silaturahim kerabat orangtua/teman dekat minimal sebulan sekali

Sementara ini checklist yang bisa saya sampaikan. Indikator istri dan ibu profesional menurut versi saya sudah disusun sebenarnya tapi belum dipilah mana saja yang merupakan prioritas. Sementara masih di draft word ya kakak-kakak. InsyaaAllah, akan dilanjutkan kembali pada waktu menulis berikutnya. Semoga Allah memberi kita rezeki bertemu kembali. Aamiin..

Semangat kakak…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s