NHW#6: Belajar jadi manajer keluarga

Bismillah. Kelas matrikulasi Institut Ibu Profesional kini memasuki materi ke-6 yaitu Ibu Sebagai Manager Keluarga Handal. Materinya bisa dibaca disini. Nice Homework-nya sudah barang tentu mendorong para ibu pembelajar untuk belajar bagaimana menjadi manajer keluarga yang handal. Sederhana saja, hal ini akan mempermudah para bunda untuk menemukan peran hidup semoga mempermudah para bunda dan calon bunda mendampingi anak-anak menemukan peran hidupnya.

Kendala terbesar para ibu dalam menjalankan perannya, seperti yang saya rasakan sendiri, yaitu pekerjaan rutin yang seolah tidak pernah ada habisnya. Ibu terus-terusan (merasa) sibuk sehingga kadang tidak ada waktu lagi untuk proses menemukan diri. Nah di NHW#6 ini, para ibu pembelajar diminta untuk menganalisa kembali manajemen waktu yang sudah dijalankan.

Hehe kalau bahas soal manajemen waktu, saya memang payah sebenarnya. Soalnya saya termasuk ga bisa konsisten untuk hidup teratur. Setiap hari jadwal bisa berubah sesuai mood. Padahal sehari-hari sebenarnya saya belum punya banyak tanggung jawab, karena masih tinggal di rumah mertua dan belum memiliki anak. Tapi kenapa rasanya waktu cepat sekali berjalan, sementara pekerjaan yang ingin saya kerjakan banyak tertunda? Sepertinya memang saya perlu memperbaiki jadwal rutinitas supaya yang menjadi prioritas mendapat porsi sesuai tempatnya. Alhamdulillah dapat tugas seperti ini di NHW#6.

3 aktivitas yang paling penting dan paling tidak penting.

Aktivitas paling penting:

  1. Belajar melalui membaca, menulis, menonton video, browsing, diskusi di grup whatsapp lalu diskusikan dengan suami
  2. Mengurus diri sendiri; mulai dari ibadah, tidur, menjaga kebersihan tubuh, olahraga
  3. Mengerjakan urusan rumah tangga.

Aktivitas paling tidak penting:

  1. Melakukan hal diatas secara berlebihan, misalnya tidur lebih lama, keasyikan baca buku, atau browsing data di internet, atau chatting di medsos (FB/Instagram), dan keasyikan berkomunikasi di whatsapp group
  2. Menunda-nunda pekerjaaan.

Waktu selama ini habis untuk yang mana?

Waktu saya banyak habis untuk keasyikan sendiri. Lagi ingin baca buku, ya baca buku lama. Lagi ingin menulis, malah asyik browsing. Kalau sudah pegang handphone dan baca-baca diskusi atau chat di whatsapp group, jadi keasyikan sendiri. Padahal diskusinya bukan mengenai ilmu yang harus dipelajari. Urusan rumah tangga atau yang lainnya jadi tertunda. Tahu-tahu sudah siang, belum masak, ga jadi mengerjakan seterika baju misalnya dan urusan rumah tangga lainnya.

Jadikan 3 aktivitas penting menjadi aktivitas dinamis sehari-hari untuk memperbanyak jam terbang peran hidup anda

Karena fokus saya saat ini adalah untuk belajar, saya sederhanakan aktivitas penting saya sebagai berikut:

  1. Ibadah wajib di awal waktu; sementara ibadah sunnah dikerjakan setelah subuh dan setelah maghrib
  2. Membaca buku/artikel atau menonton video tentang ilmu yang harus dipelajari (sekitar 3 jam)
  3. Quality time bersama suami terutama sebelum berangkat kerja dan sepulang dari kantor (sekitar 2 jam).

Kandang waktu untuk aktivitas rutin

  1. Kandang waktu tidur (sekitar 7 jam)
  2. Kandang waktu urusan rumah tangga (sekitar 6 jam)
  3. Kandang waktu bebas; menulis, bersosialisasi, berinternet mencari data dan bekerja (3 jam).

Jadwal harian yang mudah dikerjakan

3.00 – 6.00 Ibadah sunnah, shalat subuh (prioritas 1)

6.00 – 7.00 Menyiapkan sarapan dan family forum (prioritas 2)

7.00 – 10.00 Urusan rumah tangga (belanja, menyiapkan bahan masakan, mencuci pakaian, membersihkan rumah, setrika pakaian dll)

10.00 – 11.00 Waktu bebas

11.00 – 12.00 Masak

12.00 – 13.00 Shalat zuhur dan rehat

13.00 – 15.00 Waktu belajar

15.00 – 16.00 Shalat ashar dan rehat

16.00 – 18.00 Waktu bebas

18.00 – 19.30 Shalat maghrib, shalat isya dan ibadah sunnah

19.30 – 20.00 Masak

20.00 – 21.00 Family forum

21.00 – 21.30 Persiapan tidur

Jawaban NHW#6 untuk jadwal harian ini saya buat untuk kondisi normal ya. Karena saat ini saya dan pak suami sedang menjalankan proyek pembangunan rumah, ada waktu tambahan yang harus dialokasikan untuk mempersiapkan makanan dan mengontrol pekerjaan tukang, mengikuti jadwal mereka.

Evaluasi sementara terkait manajemen waktu saya pribadi adalah bahwa selama ini saya meletakkan prioritas mengerjakan urusan rumah tangga setelah waktu belajar dan waktu bebas. Akhirnya pekerjaan rumah tangga tertunda di akhir. Sementara untuk waktu belajar dan waktu bebas seringkali bablas lebih lama karena saya keasyikan. Sebagai konsekuensi dari pengaturan jadwal yang baru, saya harus disiplin menyelesaikan urusan rumah tangga di pagi hari, agar kemudian saya bisa leluasa dan tenang dalam menuntut ilmu dan melakukan pengembangan diri. Semoga dimudahkan.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s