Tugas NHW#2 dan komitmen waktu

Bismillah. Selanjutnya adalah tugas kedua kelas Matrikulasi IIP Jakarta atau yang disebut Nice Home Work disingkat NHW#2. Tugasnya sih sebenarnya sederhana. Yaitu membuat checklist indikator profesionalisme perempuan, sebagai individu, sebagai istri, dan juga sebagai ibu. Tapi ini cukup membuat saya berpikir keras, karena inilah indikator yang seharusnya bisa saya jalankan sendiri.

Untungnya kami diberikan petunjuk dalam menentukan indikator-indikator tersebut. Bagi kami yang sudah berkeluarga bisa menanyakan kepada suami, indikator istri seperti apa yang bisa membuatnya bahagia. Lalu tanyakan kepada anak-anak, indikator ibu seperti apa sebenarnya yang bisa membuat mereka bahagia. Dari jawaban-jawaban itu, kita bisa dapatkan referensi pembuatan checklist kita. Buat kami yang masih sendiri, diharuskan membuat indikator diri dan memakai permainan “andaikata aku menjadi istri, apa yang harus aku lakukan?” dan “andaikata kelak aku menjadi ibu, apa yang harus aku lakukan?” Kami harus belajar untuk membuat indikator untuk diri sendiri.

Kunci untuk membuat indikator disingkat menjadi SMART, yaitu: SPECIFIC (unik atau detil), MEASURABLE (terukur, dengan contoh dalam 1 bulan, 4 kali sharing hasil belajar), ACHIEVABLE (bisa diraih, tidak terlalu susah dan tidak terlalu mudah), REALISTIC (sesuai dengan kondisi kehidupan sehari-hari), dan TIMEBOND (tentukan batas waktu dari indikator tersebut).

Baru kamis malam, saya membaca tuntas resume materi kelas matrikulasi IIP sesi #2 (bisa dibaca disini), dilanjutkan dengan mencerna tugas NHW#2 sambil scroll down diskusi di antara para perempuan pembelajar di grup IIP Jakarta Batch 2. Diskusi seruuuuu.. karena banyak yang sudah meng’interogasi’ suami-suami mereka untuk mendapatkan referensi hehe.

Sambil menunggu paksu pulang dan kemudian saya ‘interogasi’ beliau, saya mulai saja merumuskan indikator tersebut, sambil garuk-garuk punggung kaki saya yang mulai kambuh gatalnya. Stres cari jawaban kayaknya haha. Ternyata memang tidak mudah. Tapi saya berhasil menanyakan kepada pak suami malam itu tentang gambaran istri yang bisa membuatnya bahagia. Disini saya belajar lagi untuk mendengarkan konsep sederhana istri ideal versi paksu. Ternyata ga rumit-rumit amat kok. Oke, I’ve got the idea.

Waktu berlalu. Qadarullah hingga Sabtu malam saya belum berhasil juga menambahkan tulisan di NHW#2 saya. Malam itu keadaan badan saya tiba-tiba kurang sehat, hingga Ahad pagi saya baru bisa mengerjakannya dalam keadaan kepala terhuyung-huyung seperti kena gejala vertigo. Pukul 6 kurang sedikit bangeeet, alhamdulillah rumusan indikator tersebut bisa saya selesaikan. Langsung saja saya kirim ke email, sebelum membuat link notes di halaman FB pribadi saya.

Jadi inilah rumusan checklist indikator profesionalisme perempuan versi saya. Jangka waktunya saya buat untuk satu bulan ke depan, dimulai tanggal 31 Oktober – 1 Desember 2016.

Sebagai Individu

Target saya sebagai seorang individu adalah menjadi seorang muslimah yang bertaqwa kepada Penciptanya sekaligus dapat memberikan manfaat kepada lingkungan di sekitar saya. Ibadah harus saya kencangkan untuk membuka pintu cahaya ilmu dari Rabb kami dan secara istiqomah melakukan aktivitas untuk pengembangan diri.

Indikator profesionalisme saya sebagai individu, yaitu:

  • Melakukan shalat wajib tepat waktu paling lambat 30 menit setelah azan minimal 4 kali/hari
  • Membaca al-Quran minimal 1 lembar/hari
  • Membaca buku dan atau terjemahan al-Quran, minimal 1 halaman/hari
  • Menjalankan shalat Sunnah minimal 3 kali/hari
  • Menjalankan puasa Sunnah minimal 4 kali/bulan
  • Berolahraga untuk menjaga kebugaran tubuh minimal 2 kali/pekan dan memperhatikan pola makan hidup sehat
  • Mendengarkan/menghadiri majelis ilmu minimal 2 kali/pekan
  • Membuat tulisan dan resume kajian minimal 2 kali/pekan
  • Membatasi penggunaan gadget minimal 4 jam/hari
  • Silaturahim dengan lingkungan sekitar dan menjaga ukhuwah (keluarga mertua, saudara, tetangga, teman)

Sebagai Istri

Saya menikah dengan pak suami sudah hampir genap 2 tahun. Sebelumnya saya bekerja di luar rumah dengan jam kerja yang kadang menuntut untuk pulang lebih larut daripada suami. Baru sekitar 3 bulan terakhir saya memutuskan untuk rehat dari pekerjaan dan lebih fokus di rumah. Dan alhamdulillah suami memang terlihat lebih bahagia ketika saya di rumah. Kami pun masih tinggal di rumah orangtua suami, namun sedang membangun rumah yang tidak jauh dari rumah orangtua. Saya sendiri hampir sebagian besar mengerjakan tugas domestik rumah, sementara suami membantu saat ia libur bekerja.

Ketika ditanyakan waktu itu, permintaan suami kepada saya sederhana saja. Yang utama agar saya lebih sering di rumah dan dapat menyenangkan hati suami, kemudian taat kepada beliau selama masih dalam koridor syariat, selalu mengusahakan untuk meminta izin keluar rumah dan memberi tahu beliau sebelum berangkat atau ketika sudah di tempat tujuan, dan dapat menjaga kehormatan suami.

Oke, inilah indikator profesionalisme saya sebagai istri:

  • Dalam keadaan rapi dan wangi ketika suami pulang ke rumah
  • Meminta izin setiap keluar rumah atau untuk mengikuti kegiatan (izin beberapa hari sebelum, di malam hari, ketika mau berangkat, ketika sudah sampai, dan ketika sudah pulang)
  • Menemani suami saat makan dan mengobrol
  • Menjaga kehormatan suami ketika berada di luar rumah
  • Berolahraga bersama suami minimal 1 kali/pekan
  • Memasak makanan sehat untuk kami berdua minimal 2 hari sekali
  • Bersama suami mendengarkan/menghadiri majelis ilmu minimal 1 kali/pekan

Sebagai Ibu

Saat ini kami belum diberikan amanah untuk memiliki anak. Jadi kesempatan ini saya gunakan sebaik-baiknya untuk mempersiapkan dan membekali diri untuk menjadi seorang ibu dan orang tua kelak. Namun target saya adalah untuk menjadi seorang ibu yang profesional kelak ketika sudah memiliki anak. Berikut adalah indikatornya:

  • Menemani anak membaca al-Quran dan murojaah tiap hari
  • Bersama anak shalat berjamaah di rumah/di masjid di tiap waktu shalat wajib
  • Memasak bersama anak minimal 1 kali/pekan
  • Membaca buku bersama anak minimal 2 hari sekali
  • Meluangkan waktu khusus untuk masing-masing anak minimal 1 kali/bulan
  • Memberikan asupan makanan dan minuman yang halalan tayyiban dan bergizi setiap hari

Alhamdulillah, checklist indikator profesionalisme saya sebagai perempuan sudah selesai dirumuskan. Sementara ini dulu ya. Karena kan saya mencoba realistis juga. Sekarang tinggal menunggu hasil reviewnya. Tidak lupa bahwa checklist ini dibuat bukan untuk dibaca saja, tapi harus saya mulai praktikkan juga. Toh memang tujuan saya adalah ingin menjadi ibu professional kan? Ya harus mulai praktik, praktik dan praktik.

Satu pelajaran berharga dari proses pengerjaan NHW#2 adalah tidak menunda-nunda mengerjakan tugas. Satu poin penting dari review #NHW1 (baca disini) yang sebenarnya saya ingat tapi ternyata praktiknya tidak dijalankan juga adalah utamanya membuat komitmen waktu untuk kelas matrikulasi IIP ini.

Sebagai peserta, kita hanya perlu komitmen waktu 2-4 jam per minggu saja, yaitu saat diskusi materi dan pembahasan review. Setelah itu segera kerjakan NHW anda, posting, dan lalu selesai. Cepatlah beralih ke kegiatan offline tanpa ponsel atau kembali ke kegiatan online dimana kita fokus pada informasi seputar jurusan ilmu yang kita ambil.

Menunda-nunda pekerjaan, dan lalu malah sakit. Tugas pun akhirnya terkirim telat. Nicely experienced, and marked! Semoga menjadi pelajaran berharga. Alhamdulillah ‘ala kulli hal.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s