Tentang saya dan tugas kelas matrikulasi IIP Jakarta batch 2

Bismillahirrahmaanirrahiim..

Lama tidak menulis di blog pribadi, akhirnya saya ‘terpaksa’ kembali menulis untuk mengerjakan pekerjaan rumah alias pe-er kelas matrikulasi Institusi Ibu Profesional atau yang disingkat IIP Jakarta. Banyak hal baru terjadi belakangan ini sebagai bagian dari perubahan, setelah saya memutuskan untuk rehat dari pekerjaan. Being a full wife now membawa banyak penyesuaian, yang harus saya syukuri di setiap tahapannya. Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush shalihaat.

Singkat cerita, saya ikut kelas matrikulasi IIP batch 2 sebagai bagian dari pengembangan diri saya pribadi sebagai seorang muslimah dan seorang istri. Baru mulai sesi 1 kok. Kata teman yang ikut duluan sih, peer banget harus ngerjain tugas segala. Tapi yah enjoy aja lha, ini kan bagian dari proses belajar seumur hidup hehe…

Materi kelas matrikulasi IIP Jakarta batch 2: “Adab Menuntut Ilmu” saya share disini ya, kalau ada yang berminat mempelajari. Saya buat blog satu lagi, masih dikhususkan sebagai tempat saya menyimpan tulisan-tulisan luar biasa yang saya temui di perjalanan online saya. Khawatir lupa atau tercecer kalau disimpan di FB, IG atau email, akhirnya saya simpanlah di blog satu itu. Nama blog-nya juga masih mungkin akan berubah atau bisa juga tetap, kita lihat saja nanti bagaimana hehe.

Ok, dimulai saja ya tugasnya. Ini saya tuliskan disini supaya semua visi misi, cita-cita, harapan, ataupun target saya terekam terus, bisa saya baca ulang, dan bisa dibaca juga sama pak suami ataupun anak-anak kelak.

Pertanyaan 1: Tentukan satu jurusan ilmu yang akan anda tekuni di universitas kehidupan ini.

Menjadi seorang istri, juga menantu, dan kelak menjadi seorang ibu dan orangtua (ini doa saya terus menerus), menurut saya sangatlah penting untuk terus belajar selama hidup. Apalah saya yang sudah hidup selama 30 tahun lebih ini, sudah menyelesaikan sekolah tinggi, tapi saya merasa saya tidak punya banyak bekal ilmu untuk menjadi seorang istri apalagi seorang ibu dan bersama partner pak suami menjadi orangtua yang baik kelak. Ilmu saya sedikit sekali.

Harus diakui saya terbiasa bertahan hidup dengan filosofi learn by doing sehingga kadang ketika menghadapi satu tahapan dalam hidup, mungkin saya tidak mempersiapkan diri dengan baik. Persiapan dilakukan tapi biasanya minim dan hasilnya kurang maksimal. Wallahu’alam bisshowab. Tapi beberapa tahun belakangan ini, saya mengurangi banyak filosofi itu. Well I have to try, kalau ingin meraih yang lebih tinggi.

Jadi, target saya adalah untuk menjadi siap, ketika kelak menjadi seorang ibu dan sekaligus menjadi orangtua bersama pak suami. Saya harus belajar. Saya harus ambil jurusan pengembangan diri itu dari saat ini juga, supaya saya tidak kagok dan celingak celinguk nanti. Saya mungkin nanti masih akan bertanya kepada Mamah atau Ibu mertua, dan kepada senior-senor saya lainnya tentang banyak hal di depan sana, tapi intinya saya mau lebih siap pada saatnya. Saya tidak pintar menulis ini itu, atau punya banyak skill ini dan itu, tapi saya mau belajar supaya lebih tahu. Ini doa saya kepada Sang Maha Pemilik Ilmu. Aamiin…

Pertanyaan 2: Alasan terkuat apa yang anda miliki sehingga ingin menekuni ilmu tersebut?

Jawabannya sudah saya terangkan pada jawaban pertanyaan no 1. Saat ini saya ingin banyak belajar untuk mempersiapkan diri menjadi seorang ibu dan juga orangtua kelak.

Pertanyaan 3: Bagaimana strategi menuntut ilmu yang akan anda rencanakan di bidang tersebut?

Yang saya tahu saat ini bahwa saya harus banyak belajar, banyak membaca, banyak mendengar, juga tak segan bertanya dengan baik. Karena tidak ada sekolah untuk menjadi orangtua. Eh pernah dengar juga sih ada akademi orangtua yang diselenggarakan oleh Kuttab Al Fatih. Tapi itu butuh komitmen waktu dan dana lagi. Sekarang ini prioritas kami untuk hal-hal terdekat di depan mata dulu. InsyaaAllah akan dimudahkan Allah jika diizinkan. Yang penting kita terus mencari ilmu di sekolah terbaik dan kepada guru terbaik.

Nah, kemana saya menuntut ilmu? Saya rekapkan versi saya ya:

  1. Paling utama, adalah kepada sang pemilik ilmu dan alam semesta ini, Allah SWT. Strategi terpenting yaitu dengan memperkuat bekal ruhiyah dan amaliyah sebagai seorang muslim agar dimudahkan selalu oleh Allah untuk menerima nikmat ilmu yang bermanfaat.
  2. Generasi terbaik sepanjang zaman, yaitu para Nabi dan keluarga serta para sahabat Rasulullah SAW yang kisah-kisahnya senantiasa menjadi tauladan dan panutan bagi orang-orang beriman.
  3. Pakar keluarga dan parenting yang ilmunya harus merujuk kepada al-Quran dan Sunnah, sebagai rujukan hidup seorang muslim.
  4. Orang-orang terdahulu dan masa kini yang telah banyak memakan asam garam kehidupan; para orangtua kita atau siapa saja orang-orang di sekeliling kita yang dapat berbagi pengalaman hidup mereka, baik itu pengalaman baik atau buruk yang bisa kita ambil hikmah dan pelajarannya.
  5. Majelis ilmu keluarga dan ilmu parenting, baik dalam bentuk online atau offline, kajian atau seminar atau yang lainnya. Salah satunya di Kelas Matrikulasi Institut Ibu Profesional. Karena kita perlu diskusi dan sharing dengan sesama pembelajar untuk saling menguatkan, ya kaaan? Minta pembenaran hihihi…
  6. Tak lupa juga, buku-buku, jurnal ilmiah, makalah, penelitian ataupun tulisan terkait tema parenting dan keluarga yang isinya selaras dengan nilai dan semangat Islam.

Pertanyaan 4: Berkaitan dengan adab menuntut ilmu, perubahan sikap apa saja yang anda perbaiki dalam proses mencari ilmu tersebut?

Oke, ini yang menjadi komitmen saya untuk dilakukan ketika saya sudah belajar materi pertama. Semoga dimudahkan dan diingatkan terus yaa…

Saya sudah merasakan nikmatnya majelis ilmu di pengalaman hidup sebelumnya, jadi saya akan perbaiki adab-adab ketika menghadiri majelis ilmu. Pertama dengan ikhlaskan dan bersihkan jiwa dan hati dari hal-hal yang buruk. Dimulai dengan membaca basmalah dan doa kepada sang pemilik ilmu untuk hanya mendapatkan ilmu yang bermanfaat. Perbaiki niat dan kuatkan ibadah agar Allah izinkan dan mudahkan untuk menerima cahaya ilmu. Utamakan waktu-waktu senggang untuk hadiri majelis ilmu, baik offline atau online. Memperkuat proses belajar ilmu dengan membuat catatan, menuliskan kembali di media-media yang memudahkan untuk dipelajari ulang, mengulang membaca dan atau mendengar untuk memperkuat ingatan akan ilmu tersebut, hingga mencoba mengamalkan ilmu yang sudah dipelajari.

Begitupun ketika menerima sebuah ilmu. Begitu banyak informasi berseliweran di zaman ini, sangat penting untuk memperhatikan adabnya, baik untuk berhati-hati mengecek kebenaran ilmu yang diterima, dan memastikan sumber ilmu tersebut. Saya akui bahwa kadang saya masih mudah meneruskan informasi yang di broadcast di media sosial tanpa menerapkan sceptical thinking dalam menerima berita tersebut. Mudah-mudahan selanjutnya, saya bisa menerapkan untuk hanya berbagi ilmu dan informasi yang baik dan yang benar.

Semoga saya juga bisa mengambil adab-adab yang baik dari pada guru terbaik saya ketika menuntut ilmu. Seperti para pendahulu kita yang mendatangi fuqoha’ dan ulama’ untuk belajar kepada mereka, dan kemudian mengambil adab, akhlaq serta petunjuk daripada mereka. Biidznillah. Semoga Allah berkehendak dan Allah ridho.

Akhir kata, semoga tulisan ini bermanfaat untuk saya pribadi beserta pak suami, juga untuk orang-orang yang kami sayangi dan teman-teman yang menyempatkan diri untuk membaca tulisan ini. Panjatkan doa terbaik seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW, dari Zaid bin Arqom, “Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak khusuk, jiwa yang tidak puas, dan doa yang tidak dikabulkan.” (HR Muslim, 2722).

Aamiin Allaahumma aamiin..

Salam.

Istri pak Ikhsan Sachrul

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s