Sharing Siraman Manis Sahabat Al-Aqsha: Masjid UI

Jumpa Imam Gaza,
Syaikh Muhammad Khaththab
Masjid UI, malam 23 Ramadhan 1434 H

Diawali dengan bedah film Membongkar Mitos Kekuatan Militer Zionis Israel, dipandu Ustad Dzikrullah dan Syaikh Muhammad Khaththab, aula utama Masjid UI menjadi dramatis karena disuguhkan film dokumenter strategi Al-Qassam dalam menyerang benteng pertahanan pusat senjata Israel.

Sebanyak 7 mujahid yang hafizh Qur’an (pemuda Brigade Izzuddiin Al-Qassam) mewakafkan harta dan diri mereka, tanpa digaji. Mereka berlatih siang malam untuk menjalankan misi penyerangan benteng pertahanan yang menjadi pusat persenjataan Israel. 2012, mereka berhasil memporak-porandakan pusat persenjataan Israel dan menculik 1 prajurit Israel, setelah sebelumnya mereka menyamar sebagai prajurit Israel. Satu prajurit Israel tersebut mereka tawan untuk ditukar dengan rekan mereka yang ditawan Israel. Hal yang sama sebetulnya sudah lama dilakukan oleh tentara Israel yg menyundup diantara brigade untuk dapatkan informasi, bahkan mereka dalam jumlah banyak. Tapi penyamaran mereka tidak membuahkan apa-apa karena Allah menjaga mereka untuk dapat menyimpan rahasia, bahkan terhadap sesama mereka.

Dari kejadian tersebut kita belajar bahwa untuk memenangkan pertempuran melawan musuh besar, hal tersebut tidak akan terjadi tanpa iman dan kedekatan kita kepada Allah, Qur’an, dan Sunnah.

Cerita dilanjutkan saat jeda tarawih dan witir, yang juga diimami beliau.

Di Gaza, terdapat 2 juta muslim penduduk asli. Rerata mereka adalah fakir dan miskin. Pengepungan Gaza yang sudah hampir 7 tahun oleh Israel nyatanya tidak menghasilkan apa-apa. Hingga mereka mulai menghujani Gaza dengan bom. Rakyat satu pun tidak ada yg mengeluhkan keadaan ini bahkan kepada pemimpin mereka.

Satu hal yg menjadi kunci pertahanan bagi rakyat Palestina hingga saat ini adalah pergiliran generasi dengan MENDIDIK ANAK untuk:
1. Taat kepada Allah
2. Dekat dengan Al-Qur’an, mencetaknya menjadi huffazh sejak usia dini.

Anak-anak terbiasa diajak ke halaqah menghafal Qur’an setiap sore sejak mereka berusia 3 tahun. Allah..

Setiap masa berlibur, mereka diikutkan dauroh/training menghafal Qur’an. Dalam 2 bulan, mereka dapat khatamkan hafalan Qur’an. Dan dalam kurun 3 bulan, sebanyak 5000 huffazh cilik berhasil lahir dari Gaza. Masyaa Allah.. :”)

Bahwa Al-Qur’an adalah senjata yang paling ampuh dalam melawan Israel. Mengapa? Karena Qur’an menjadi pemersatu hati mereka, menghimpun kekuatan yang dapat mengalahkan senjata-senjata canggih milik Israel. Kekuatan tersebut yang menggentarkan pasukan Israel hingga mereka kehabisan cara untuk melumpuhkan Gaza. Embargo, penyundupan pasukan, hujan bom, tidak membuahkan apapun. Ghazwul fikr yang Israel jalankan pun dengan izin Allah tidak berhasil merusak pikiran rakyat Gaza karena mereka terjaga oleh Qur’an. Bagi mereka, Allah di atas segalanya..

Di akhir Ramadhan ini, semoga Allah satukan ummat muslim dunia, jadikan kita sebagai pemenang sejati. Semoga dari Indonesia terlahir banyak huffazh yang berada di barisan depan dalam membela panji Islam (do’a Syaikh Muhammad Khaththab menutup pertemuan hari ini).

Allahumma aamiiin, Yaa mujiibus saailiin..

>> Diambil dari forward broadcast dari grup Ummi Syifa. Untuk menjadi pengingatku, dan juga pengingat kita semua.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s