kebutuhan dan keinginan..

Salam..

Seorang teman dari YISC Al-Azhar telah kembali dari perjalanan umrahnya beberapa hari lalu, membuat saya sungguh rindu tempat itu. Ngobrol sana-sini, ternyata kami sama-sama memiliki (sedikit banyak) kesan mendalam tentang kota Madinah, kota Nabi SAW. Aih, saya jadi ingat kesan pertama pribadi tentang kota itu di malam pertama saya tiba disana. Bagai di negeri cahaya yang tak terlupakan.

Kebetulan, belakangan ini saya baru sempat singgah di website SalingSapa, setelah seorang teman dari RISKA menginformasikan website live streaming ini. Subhanalloh. Perkembangan teknologi bisa dimanfaatkan begitu positif sebagai media belajar. Tausiah sekarang bisa dinikmati dari mana saja, kapan saja, dan oleh siapa saja, bahkan dari meja kantor saya. Ceramah, kajian, bahkan siaran sholat berjamaah di masjid-masjid besar di Indonesia juga bisa disaksikan secara streaming dari sini.

BAHKAN, live streaming-nya juga bisa untuk siaran langsung ke Masjid Nabawi dan Masjidil Haram. Sungguh terharu saya bisa melihat keadaan di dua masjid besar itu. Katakan saya norak, tapi saya memang belum menemukan link lain yang langsung mengarahkan saya pada streaming dua masjid itu. Jadi ini rasanya sungguh menyenangkan, I feel like dancing, #nyengir.

Satu masalah, saya tidak bisa bebas mengencangkan volume speaker saya ketika di kantor. Jadi memang keinginan saya sejak lama untuk memiliki headphone sepertinya harus diwujudkan. Lagipula saya butuh itu untuk mendengarkan murotal, nasyid, atau kajian dari internet #nyengir. Biar lebih puas dan nyaman aja kalau harus mendengarkan di ruangan kecil itu, tidak perlu merasa sungkan dengan orang di sekitar.

Jadi, yang saya perlukan adalah headphone, bukan earphone karena saya tidak mau repot mengibas kerudung untuk melekatkan alat itu ke dalam kuping saya dan kemudian merapihkannya lagi. Headphone portable yang bisa dilipat sepertinya pilihan yang lebih baik. Niatnya adalah untuk bisa membawa alat itu kemana-mana, jadi harus lebih praktis. Desain ga harus menutup penuh telinga, karena saya memang ga mau pendengaran saya tertutupi oleh suara musik yang keluar. Ukuran headphone yang mini juga sepertinya cukup.

Sennheiser PX 100-II punya adik laki-laki saya jadi pilihan yang menggiurkan. Tapi harganya yang di atas enam ratus ribu itu cukup bikin saya berpikir-pikir. Beberapa hari lalu saya mampir ke disctarra Pondok Indah, sepertinya melihat headphone portable merek Phillips dengan harga mendekati lima ratus ribu. Entah apa nama tipenya, karena saya tidak menemukan produk setipe dari merek Phillips ketika browsing. Sepertinya harus kembali ke toko itu supaya bisa cek barang. Entah apa hasil surveinya, tapi headphone memang jadi prioritas sekarang. Seperti meyakinkan saya, adik saya memberikan referensi, “untuk Sennheiser sih, harga mahal ga bohong”, apalagi kalau digunakan untuk hal-hal pembawa berkah #eaaaa (haha) bisa aja. Untuk urusan gadget memang saya ga ingin berurusan dengan barang murah tapi cepat rusak. Jadi mahal pun tidak apa-apa deh. InsyaAlloh saya kembali dengan kabar baik, hehe.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s