Sedikit tentang hujan..

Jakarta belakangan ini hampir tiap hari hujan.

Tapi sayang, saya juga cuma sering dengar suara rintik air hujan dari dalam kantor saja. Maklum ruangan saya letaknya di ujung dalam dan tidak ada jendela sama sekali untuk bisa mengintip. Uuh. Tapi ya sesekali saya masih bisa lah ke luar ruangan dan pergi ke ruang meeting yang sepi untuk bisa menikmati hujan. Tapi memang tak ada yang bisa menandingi nikmatnya berada di balkon setengah terbuka di lantai dua kantor dan mencium sejuknya udara saat hujan. Petrichor!

Tahun 1995 adalah tahun terakhir saya tinggal di Bogor. Ya, masa kecil saya sempat dihabiskan di kota hujan itu, sebelum akhirnya pindah ke Jakarta. Duluuu.. Bogor sangat ramai dengan turunnya hujan. Saya ingat betul. Kalau musim hujan datang, hampir tiap hari kota kecil itu dibasahi air hujan. Semasa SD dulu saya senang sekali kalau bisa melepas sepatu saya dan berjalan dengan telanjang kaki ketika hujan turun di saat pulang sekolah. Jadi, saya memang merasa kehilangan suasana itu ketika kembali menyapa kota Bogor beberapa tahun belakangan. Hawa dingin di kota itu mulai menguap berganti hawa panas.

Dan entah kenapa, saya sering tiba-tiba melankolis kalau hujan turun, mendengarkan irama lagu yang mendesahkan hujan atau bercerita tentang hujan. Toh saya tidak merasa punya kenangan khusus dengannya. Ya sesekali pernah menangis saat hujan, tapi banyak juga kesenangan saat hujan. Tapi sepertinya orang lain banyak yang merasa seperti itu.  Ku rasa, memang sifat alami hujan seperti itu ya, membawa emosi seseorang untuk ikut larut ke dalamnya. Diibaratkan seperti bumi yang tiba-tiba menangis dan kita sebagai makhluk-makhluk kecil di dalamnya seakan-akan ikut terbawa menangisi entah apapun masalah yang ada di hadapan kita. Ya bagi saya, mungkin air hujan seperti itu. Mistis.

Tidak peduli itu, saya memang senang hujan datang. Kalau sedang beraktivitas di luar rumah, tidak peduli repotnya mengatur pakaian saya, terutama kalau sedang pakai rok panjang, harus memakai alas kaki yang tertutup agar tidak kena becekan air, setiap hari membawa payung. Tapi orang-orang berkumpul membuka payung warna-warni mereka. Mendengar suara gemericik air, hembusan udara yang sejuk, daun pohon rumput dan tanah yang membasah. Ia sungguh ciptaan Tuhan yang tiada tara, bukan begitu?

Ah, sadar diri saja, kalau ada banyak keluhan-keluhan yang sering muncul kalau hujan deras datang, banjir kah, macet kah; semua itu sebenarnya akibat ulah kita para manusia yang ga merawat buminya, ya kan? Yah, setidaknya jika suatu saat nanti saya mungkin mengalami banyak kesusahan karena hujan, saya tidak ingin mengeluh tentangnya. Ciptaan Tuhan sungguh terlalu indah untuk dikeluhkan.

Salam.

Advertisements

6 thoughts on “Sedikit tentang hujan..

    • ah, pelangi ya.. memang sudah lama ga muncul. kenapa? entah ya. sepertinya posisinya sudah digantikan oleh macet dan banjir kalau di Jakarta. for that, i will blame on the man (instead of the weatherman) :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s