Datang atau ga ya?

Uuh, saya sangat suka lagu-lagunya Maher Zain, karena teramat menyentuh hati. Tapi tak tahu lah apakah saya akan datang untuk nonton konsernya. Hikss.

Uang, is no problemo, karena saya tahu beliau pasti memberikan penampilan terbaiknya, dan berapa pun saya relakan untuk itu. Plus nanti ada Irfan Makki, penyanyi nasheed yang suaranya, Subhanallah, pantas diacungkan dua jempol. Well, mungkin yang jadi masalah hanyalah bingung memilih antara festival 1 atau 2, itu pun kalau saya jadi beli tiketnya. Maklum banyak keperluan juga, jadi harus pintar-pintar bagi jatah (nyengir).

Saya sempat menulis sebelumnya, ketika dulu Maher Zain tampil di sebuah stasiun tv (baca di sini), dan para penontonnya rata-rata histeris dan berteriak-teriak kegirangan di banyak kesempatan. So, ini yang jadi masalah. Saya sudah ga ingin begini-begitu lagi lah, walaupun saya suka sekali (dan masih suka) menonton aksi panggung seorang musisi. It sounds less fun, ya?

Banyak pertanyaan dan pikiran yang sebenarnya muncul di kepala saya. Memang penonton konsernya sudah pasti kebanyakan adalah orang Islam, terutama wanita dan lebih spesifik lagi mungkin banyak dari mereka yang berjilbab. Tapi biasanya sih, yang namanya para fans akan bersikap seperti layaknya fans pada umumnya di sebuah konser, memuja. Takutnya jadi mendekati syirik gitu. Duh. Saya sendiri belum yakin, untuk musisi dengan genre lagu islami, apakah fans bisa dapatkan suasana konser yang berbeda dari konser-konser musik lainnya, seperti musik mainstream misalnya? Penasaran juga euy, bagaimana ya responnya Maher Zain ketika ia sedang dan tahu ‘digilai’ dan ‘diteriaki’ cewe-cewe seperti halnya di stasiun tv waktu itu; apakah itu tidak menjadikannya jengah ya atau itu biasa-biasa aja?

Banyak perdebatan muncul di kalangan kaum yang berpendapat musik itu masih dibolehkan, yaitu tentang bagaimana seharusnya kita bersikap pada musik itu sendiri. Read this discussion here as an eye opener. Di sini, saya mau menggarisbawahi komentar dari si penulis posting tersebut.

.. This is to discuss the possibility of Muslims attending these nasheed events, enjoying themselves yet enhancing their behavior and adab – and not imitating pop culture. What if the organizers were to set some ground rules, and emphasized the need to maintain these rules? What if the artists themselves expressed their disapproval for improper behavior? Would this help to create a more appropriate environment?

I get the point. Datang dan nonton konser musik itu kan bukan budaya Islam, jadi ketika kita sudah menerima hal ini sebagai hal yang biasa di masyarakat kita, what should we do to make a difference?

Eniwei, saya baru saja dapat info kalau ternyata konser Maher Zain akan disiarkan di satu stasiun tv swasta. Heemm, apakah ini akan mempengaruhi keputusan saya untuk tetap menonton konsernya secara langsung? Hehe mungkiinn..

Salaam.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s