Kemana selanjutnya?

Salaam.

Long time no blog yah? Lagi-lagi begitu hihi tapi saya cukup sadar diri kok dengan kebiasaan sering menelantarkan komitmen menulis seperti ini. Tidak perlu alasan sana-sini deh, memang belakangan ini saya cuma enggan untuk sekedar merangkum sekelebat hidup saya. Bahkan sekedar untuk bercerita #hapuspeluh.

Jadi, apa kabar?

It’s officially that I no longer work in my previous office. Itu satu keputusan besar yang baru saja saya ambil. Agak berjudi dengan hidup, karena saya keluar tanpa kepastian tentang rencana selanjutnya, tapi memang ini akhir kontrak dan sebuah keputusan yang dipengaruhi oleh banyak hal di sekeliling saya.

Banyak hal terjadi belakangan di tempat saya (terakhir) bekerja; penuh intrik dan kejutan, gosip-gosip yang menjadi hal biasa, dan ketidakjelasan tentang masa depan jadi menghantui pikiran semua orang (setidaknya saya merasa begitu). Itu benar-benar menguji kesabaran dan keikhlasan. Saya berusaha untuk mendengar dan melihat semampu saya, di saat yang sama saya juga berusaha untuk tidak membicarakan orang lain yang bisa mengarah ke prasangka dan tudingan. Toh, saya cuma buruh pekerja yang tidak punya dominasi atas apa-apa, berada di tengah kedua belah pihak besar dan terombang-ambing oleh keputusan mereka. Yang satu tidak mau mengakui kesalahannya, yang satu memilih walk out daripada berusaha memperbaiki keadaan. Padahal mereka semua adalah pemimpin, yang harusnya memikirkan baik-baik kepentingan orang-orang di bawah mereka. Huff…

Well enough said. Saya cuma ingin mengeluhkan kekecewaan saya sejauh itu, daripada ngomong ngalur ngidul gak jelas dan menuduh yang tidak-tidak, hehe.

Oh iya, satu niat besar lainnya, alhamdulillah, sudah menjadi kenyataan. Niatnya sih sudah dari awal tahun tapi baru sekarang bisa dilaksanakan. Iyesh, kemarin bersama ibunda dan si bungsu melakukan perjalanan umroh ke Madinah dan Makkah, plus Jeddah sih, karena pesawatnya mendarat di airport King Abdul Aziz. Ini adalah perjalanan yang sangat berkesan. Iya lah, namanya juga bertamu ke rumah Tuhan, pasti disambut dengan penuh suka cita.

Ah, banyak cerita selanjutnya yang akan berkisar seputar perjalanan umroh kami kemarin insya Allah, tapi untuk sekarang cukup sampai di sini dulu yah. Mudah-mudahan dengan lebih banyak waktu istirahat di rumah, saya akan bisa menulis lebih banyak lagi. Tapi mood ini harus dibujuk-bujuk dulu supaya mau menceritakan kisahnya hehe.. Doakan saya juga ya supaya bisa cepat dapat pekerjaan baru; pekerjaan yang baik untuk saya, untuk agama saya, dan untuk penghidupan saya. Amiin..

Semangat, kakak!!!

Advertisements

6 thoughts on “Kemana selanjutnya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s