music is haram, #eh

Salam.

A statement is disturbing my mind recently, after a friend left a message in facebook saying that “music is haram”. Iya kah? Hmm, I don’t know what to think about this, except to google first and find related articles. Asked here and there, I think it’s more important to ask for many opinions and find references, before to make a decision. Pada akhirnya ini kembali ke pilihan masing-masing.

Music is such a gift in life. It is an art, expression, entertainment, hobby, healing, what else? Saya senang bersenandung sih, walaupun tidak bisa main alat musik dan suara juga tidak merdu. Makanya saya banyak mengagumi para penyanyi dengan musikalitas tinggi, walaupun mereka member boyband sekalipun. Soalnya saya tahu beberapa dari mereka juga sama kerasnya berjuang seperti yang lain dalam meraih cita-cita mereka.

Di sini, saya tidak membahas soal musik itu haram atau tidak. Saya terima pendapat yang mengatakan bahwa musik itu haram dan dalil mereka (referensi: baca di sini). Harap ingat saja, musik itu tidak selalu baik. Lirik lagu juga memaki atau membenci orang. Tahu lagu Souljah yang judulnya “Ku ingin Kau Mati Saja“? Itu hanya satu contoh saja. Banyak lagu yang lucu dengan lirik atau tema yang hiperbol, juga blak-blakan dan terlalu jujur, malah terang-terangan menjurus ke seks. Tapi pikir lagi kalau kita ikut-ikutan menyanyikan lirik-lirik lagu seperti itu. Tanpa sadar, mulut kita juga ikut mengucapkan kata-kata buruk, pikiran kita juga tercemar oleh ideologi lagu yang belum tentu baik. That’s worse.

Tapi harus diakui, kadang susah juga. Ini sekali lagi tentang mengubah persepsi, konsep atau cara pandang diri pribadi tentang musik itu sendiri. Di tempat saya bekerja, kawan-kawan saya setiap hari memutar banyak lagu (dengan banyak genre) dan diperdengarkan beramai-ramai. Kadang kencang juga tidak kenal aturan. Kadang juga hati saya ingin teriak menolak kalau lagu agama lain diputar kencang di tempat kerja. Maaf, but it doesn’t feel comfortable being in that situation. I ended up rewinding the song inside my head. I don’t prefer this. Lagipula kantor harusnya sekadar tempat bekerja. Atau bukan?

Sekali lagi, secara bertahap berubah jadi lebih baik. Tidak mudah memang untuk tidak ikut bersenandung dan bergoyang ketika lagu-lagu yang saya kenal betul diputar di speaker meja sebelah. Tapi kalau lagunya memang tidak baik, yah anggap saja tidak dengar, chan. Beberapa orang memang ada yang fanatik dengan pilihan lagu mereka. Pilihannya adalah tinggal memilih ‘musik’ yang lebih baik. Kata seorang kawan, lebih baik perbanyak baca (atau dengar) Al-Quran, atau berzikir. Bikin hati tenang dan dapat pahala pula. Betul lah tu, ancamkan itu baik-baik, chan. Untuk sekarang, saya masih berharap saya bisa menikmati musik. Ini adalah suara hati saya yang masih egois menginginkan kesenangan dunia. Well, setidaknya sekarang saya harus beri space lebih banyak untuk mendengarkan lagu religius atau nasyeed.

Every time, you feel like you cannot go on. You feel so lost and that you’re so alone. All you see is night and darkness all around. You feel so helpless you can’t see which way to go. Don’t despair, and never lose hope. ‘Cause Allah is always by your side.
Every time, you commit one more mistake. You feel you can’t repent and that it’s way too late. You’re so confused. Wrong decisions you have made. Haunt your mind and your heart is full shame. But don’t despair and never lose hope. ‘Coz Allah is always by your side
Turn to Allah. He’s never far away. Put your trust in Him. Raise your hands and pray,
Ya Allah, guide my steps, don’t let me go astray. You’re the only one who can show me the way.
InshaAllah, InshaAllah, InshaAllah, we’ll find the way.

Oh iya, lagu yang satu ini belakangan jadi favorit saya. Dikenalkan seorang kawan, tapi yang saya terima adalah versi bahasa Perancis. Bisa dibilang ini cinta pertama saya pada Maher Zain. Tak apa lah, karena setelah itu saya jadi jatuh cinta lagi dengan bahasa Perancis (soalnya sudah lama juga tidak mempraktikkan bahasa ini sih).

Dan eh, ternyata Maher Zain bukan penyanyi baru. Tapi namanya dikenal di kalangan tertentu saja, terutama yang menyukai lagu religius Islam. Ia kelahiran Lebanon, tapi menetap di Swedia. Kata kawan saya yang sedang menetap di Malaysia, Maher Zain bahkan sudah jauh lebih terkenal di sana dan sudah pernah pula buat konser. Baru-baru ini dia ada di Jakarta untuk promo albumnya, dan untuk lagu Insha Allah (yang liriknya seperti di atas) ia berduet dengan Fadly Padi. Indonesia sepertinya telat ya? hehe.

Lucunya ketika saya menonton live performance Maher Zain di sebuah tv swasta lokal, saya melihat para fansnya terlalu heboh berelu-elu. Setiap Maher Zain tampil, para fans itu akan berteriak histeris, persis seperti sedang tergila-gila dengan sebuah boyband atau grup band yang penyanyinya berparas oke. Saya dulu juga pernah jadi groupies, tapi memang pantas penyanyi lagu religius yang bahkan liriknya mengagungkan nama Tuhan dipuja seperti itu? Dan saya melihat para groupies itu sekarang kok baru sadar ya, rasanya jengah sendiri melihat kelakuan mereka. Padahal saya juga persis seperti itu ketika era boyband dulu berjaya. Tak baik lah mengelu-elukan manusia secara berlebihan. Sekali lagi, istigfar chan.

Eh, sepertinya saya jadi ngobrol kemana-mana hehe. Sekali lagi, posting ini hadir sekedar membuka sebuah wacana. Sila main ke sini, kalau mau dengar versi asli lagu Insha Allah. Semoga suka. Jangan melulu galau-galauan lah dengan lagu barat dan teman-temannya itu hehe. Lebih baik kalau tiap hari bisa sempatkan untuk baca Quran. Biar hati ini tenang ^^ Ini persis reminder untuk saya.

Salam.

Advertisements

12 thoughts on “music is haram, #eh

  1. Eh tapi jamannya Wali Songo, bukannya mereka berdakwah lewat lagu ya? Terus kalau termasuk itu haram, gimana hukumnya untuk lagu-lagu religi?
    Menurutku sih diambil positifnya aja. Kan ada juga yang bilang musik itu media penyembuhan. Apalagi kalau musik religi, mungkin bisa tambah menyembuhkan jiwa kita yang gersang.

  2. Hmm soal haram atau tidaknya, yang jelas ada para ulama yang membolehkan penggunaan musik disertai dalil mereka. Jadi masing-masing punya dalil yang kuat. Wallahu a’lam.
    Yang terpenting sih, kita jadi belajar untuk melihat persoalan secara lebih mendalam, belajar menerima pendapat, dan memilah mana yang harusnya tidak didengarkan :)
    Masalahnya adalah karena kita sudah sangat terbiasa mendengar musik popular, telinga kita jadi aneh kalo denger lagu-lagu religius. Mungkin udah kehilangan ruhnya juga? #justathought

    • Mungkin karena kita belum terbiasa aja dengan lagu-lagu rohani ya? Lagu rohani hanya diputar selama bulan puasa aja. Mungkin kalau diputar di tv or radio selain bulan Ramadhan akan beda.

      • Hmm.. waktu teman kantor buka music player list aku di komputer kantor (kita pakai shared computer), dia ga nyangka bakal nemu lagu-lagu religius. Reaksi awalnya adalah sedikit kaget dan langsung mengganti lagu itu dengan lagu lain yang non religius. Jadi geli sendiri deh. Itu menggambarkan bahwa memang kita ga terbiasa dengan lagu religius, terutama mendengarkannya selain di bulan suci atau hari raya. Padahal kita ingat Tuhan juga setiap saat lho, tidak cuma di saat-saat tertentu.
        Eniwei, setelah beberapa kali ‘meminjam’ player list aku, dia akhirnya jadi sering pasang lagu itu sendiri tuh hehe. Lagunya? Siapa lagi kalau bukan Maher Zain haha. Promosi banget.

  3. Wow, oh ya, Maher Zein udah lama jadi penyanyi ya? :D

    Duh, tapi dia tinggal di Swedia ya…. Rasanya susah deh di sana… menurut novel “The Girl With the Dragon Tattoo” yg saya baca, kehidupan di sana begitu bebas. Bebas gaya hidupnya. Pasti sangat sulit hidup sebagai muslim di sana, banyaaaaaak godaannya. :(

    • Wah, gitu ya? Aku baru tahu.
      Jadi berpikir nih, kalau kita bisa tinggal di negara Islam atau yang mengaplikasi syariat Islam, atau juga tinggal di negara dengan gaya hidup bebas seperti Swedia, would that make any difference?

  4. Wah, saya sih termasuk penganut musik itu boleh-boleh aja, tergantung tujuan pendengar/penikmatnya.

    Kalau tujuan mendengarkan musiknya adalah untuk joget-joget nggak jelas sama perempuan yg bukan muhrimnya, dan berpotensi memicu maksiat, yaa nggak boleh. Nah, kalau tujuannya untuk yg baik-baik, misalnya buat mengingatkan umat buat beribadah (kayak lagunya Hadad Alwi, beberapa lagunya Gigi), menyambut tamu (kayak musik yg diputar pas resepsi nikahan, hihihi), ya boleh-boleh aja. ;)
    (maaf kalau saya sotoy)

    Saya setuju sama Tasya, Wali Songo juga menyebarkan Islam lewat lagu dan musik. Qasidah juga termasuk musik kan ya? Musik gambus gimana dong? Nah, makanya, saya sendiri sekarang masih bingung sama dalil ini, soalnya saya masih suka ngedengerin musik..hihihi..

    Paling-paling, ya ngebentengi diri sendiri aja, pilih musik dan lirik yg bagus buat didengerin, daan..jangan terlalu fanatik/tergila-gila sama penyanyinya, sampai ninggalin sholat gara-gara asyik dengerin musik.. :P

    Hoho, maaf ya, pertama mampir tapi komennya panjang. Salam kenal. :)

    • Gapapa kok kalo komennya panjang. Malah aku senang kalau bisa saling sharing pendapat hehe
      Kalau menurut hadis kan, yang dibilang haram itu alat musik. Tapi dari jaman kita lahir juga, musik itu sudah berkembang pesat dan ada di mana-mana. Kalau menurut kawan saya, hadisnya bisa ditafsirkan dengan melihat keadaan jaman juga. Selama digunakan untuk tujuan positif, aku setuju-setuju aja sama pendapat Tasya dan Rizka. Tapi bukan memudah-mudahkan untuk kesenangan sendiri lho hehe. Wallahu’alam.
      Pokoknya mah sekarang mulai membentengi diri lebih baik lagi :)
      Salam kenal juga neng, TOS!

  5. “Always Be There Lyrics” By: Maher Zain
    So when the time is hard. There’s no way to turn
    As HE promise HE will always be there. To bless us with HIS love and HIS mercy
    Coz, as HE promise HE will always be there. HE’s always watching us, guiding us
    And HE knows what’s in in our lil heart

    huhuhu, ini lagi maknyess banget kalo pas lagi sedih/suntuk trs dengerin lagu ini.

    Anyway… *lap air mata dgn anggun ;) * Aku suka postingan ini. Well said Jeng Oktin! *eh nicknam-mu oktin ya?

    • pagi ini sampai kantor, langsung pasang music player dan setel lagu ini. *menyimak sekali lagi* rasanya memang menusuk :(
      makasih, mbak-ku. panggil aku oktin juga boleh :)

  6. salam
    tentang muzik ada beberapa pendapat. dan masing2 disertai dalilnya. pendapat pertama muzik adalah haram.pendapat kedua membolehkan dgn syarat muzik itu liriknya tdk mengundang nafsu atau hanya menggunakan alat semacam gendang.jadi disini lah lagu nasheed boleh masuk. sebab nasheed adalah lagu puji2an.jadi muzik sebagai media dakwah n muzik juga mudah untuk diingat. dalilnya adalah, katika seorang sahabat dulu melantunkan puji2an kepada Rasulullah SAW, lalu Umar bin Khattab berkata “kenapa ada seruling syaitan dirumah Rasulullah SAW?”tapi baginda Rasulullah SAW tetap membiarkannya.maknanya Rasulullah tidak melarang kita suka muzik asalkan muzik puji2an. ataupun muzik tentang alam masih pun diperbolehkan. sbb muzik tentang alam akan kembali ingat kepada siapa yg menciptakan alam ini. pendapat yg ketiga adalah pendapat yg membolehkan any kind of muzik.

    • Waalaikumsalam buun..
      Tetap yang paling baik adalah memiliki dalil dalam berpendapat. Aku setuju dengan pendapat kedua. Jadi, bersyukur banget bisa menemukan suara-suara indah yang mengagungkan nama Tuhan di antara banyak musik-musik yang beredar di sekitar kita sekarang. Macam Maher Zain, hehe.
      Thank you ya for the input. Sudah lama tak main and leave komen hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s