Remember when

Apa pun yang kau katakan, bagaimana pun kau menolaknya, cinta akan tetap berada di sana, menunggumu mengakui keberadaannya.

Bagi kita, senja selalu sempurna; bukankah sia-sia jika menggenapkan warnanya? Seperti kisahmu, kau dan dia, juga kisahku, aku dan lelakiku. Tak ada bagian yang perlu kita ubah. Tak ada sela yang harus kita isi. Bukankah takdir kita sudah jelas?

Lalu, saat kau berkata, “Aku mencintaimu”, aku merasa senja tak lagi membawa cerita bahagia. Mungkinkah kata-katamu itu ambigu? Atau, aku saja yang menganggapnya terlalu saru? 

“Aku mencintaimu,” katamu. Mengertikah kau apa artinya? Mengertikah kau kalau kita tak pernah bisa berada dalam cerita yang sama, dengan senja yang sewarna?

Takdir kita sudah jelas. Kau, aku, tahu itu.

Oke, pertama kali saya buka halaman buku ini, sebenarnya cuma iseng. Ia tergeletak di satu bagian kamar si bungsu yang sungguh berantakan. Dan kesan pertama biasa saja. Saya sudah terlanjur menyangka novel kali ini lagi-lagi pasti tentang percintaan anak remaja yang lebay dan agak maksa. Tapi semakin banyak halaman terbuka, makin saya terbawa cerita.

Erik
Ada sesuatu yang terasa janggal di antara mereka. Dan, hanya mereka yang tahu.
.. sekilas gue menangkap Adrian melirik ke arah Freya, lalu tersenyum. Freya tersenyum balik.

Adrian
Bukan hanya keluarga gue yang berubah. Gue sadar, gue juga mulai berubah. Terhadap Gia, terutama.

Freya
Aku tidak bisa menjelaskan kata yang tepat untuk mendeskripsikan rasa yang berkecamuk di hati saat ini.
Bukan dia, bukan Moses.

Gia
“Gue dan Ian bukan pacaran maen-maen, Frey,” aku berkata, memainkan bidak catur terakhir untuk memerangi pertandingan ini, satu-satunya cara untuk membuat Freya mundur teratur, sekaligus jalan terakhir yang akan membawa Adrian kembali. “Malam itu, pas liburan ke Bali berdua, kita udah …”.
Aku sudah menang.

Moses
Kukira, aku akan baik-baik saja setelah mencoba menenangkan diri semalam. Bahwa aku sudah cukup dewasa untuk menerimanya, untuk melepaskan lalu bergerak maju tanpa menoleh ke belakang. Namun ternyata melihat sosoknya masih membawa sakit tersendiri bagiku – sakit yang tak dapat dideskripsikan. Melihatku juga akan menjadi beban tersendiri bagi Freya. Jika ada sebuah cara untuk melindunginya, mungkin menjauh adalah cara yang terbaik.

Erik
Gue makin heran. Mereka semua memilih prioritas. Walau harus terluka dan saling melukai, pada akhirnya mereka semua memilih apa yang penting bagi mereka. Namun kenapa sekarang semuanya bertindak seolah-olah nggak saling kenal? Gue memang hanya orang luar. Tapi gue cukup peka untuk melihat bagaimana Gia cuma tersenyum kaku ketika berpapasan dengan Freya, gimana Moses dan Adrian nggak lagi bertegur sapa, dan bagaimana Freya selalu berusaha menyendiri. Inikah yang mereka mau?

Membaca banyak hal di buku tersebut, sungguh saya bisa mengerti. Saya bisa memahami perasaan-perasaan itu. Setiap orang memiliki cerita masing-masing; Adrian yang sedih, Gia yang tidak mampu melepaskan dan menjadi defensif, Erik yang menjadi penengah, Moses yang harus menerima kenyataan bahwa ada hal di luar jangkauannya, dan Freya yang bingung memilih. Jadi introspeksi, karena melihat sudut pandang yang berbeda-beda.

Saya juga mengerti bagaimana rasanya tiba-tiba menyukai seseorang. Pernah berpikir bertemu seseorang yang kau anggap tepat tapi datang di waktu yang salah? Juga berusaha memahami naik turunnya perasaan seseorang. Bagaimana kalau itu terjadi? Bagaimana kalau hati sudah berubah? Ego itu juga angkuh, mematung setiap kali si dia melintas. Kenapa masih sulit melupakan walaupun sudah terluka? Oh ternyata bodoh sekali, kita semakin sakit dengan membenci seseorang.

Ada beberapa hal yang memang nggak bisa dipaksakan. Apa pernah menyesal? Yang pasti, tidak untuk kata hati. Ada hal yang datang dengan sendirinya (tanpa sadar) dari hati, dan itu tidak bisa dibohongi. Tapi rasa bersalah itu memang ada. Kalau saya selalu bilang minta maaf, itu saya sungguh-sungguh. Tapi di lain pihak, saya cuma ingin jujur. Tapi memang kadang ada beberapa hal yang lebih baik tidak terucap. Saya ingin mereka bahagia, dengan semua pilihan, apapun kondisinya.

Sungguh, cinta (manusia) itu nggak memiliki.

Gia
Kurasa.. sebenarnya akulah yang sedang melarikan diri. Aku menghindari Freya, terus dan terus, seperti berlari dalam lingkaran.

Kylie
When you make decisions, you deal with consequences. Kamu memberikan segalanya untuk dia dengan tulus, jadi jangan mengharapkan timbal baliknya. Don’t blame it on him, don’t expect anything in return. Being able to live with or without someone is just a matter of perspective.

Jadi selalu saya katakan pada diri sendiri, gak apa apa. Saya bersyukur sudah melewati satu bagian hidup yang sangat berharga. Tinggal kedamaian yang masih harus terus saya raih satu per satu. Seperti di paragraf terakhir buku ini; Ada suatu saat kita tidak dapat memilih yang terbaik. Ada suatu saat di mana kita berbuat kesalahan, dan hidup dalam kenangan penuh penyesalan. Saat ini, saya hanya ingin mengikuti kata hati – kemana pun ia membawaku. Endingnya mungkin beda, karena di episode ini, ia membawa saya menuju cinta Sang Khalik. Dan cinta-Nya adalah yang terbaik dari semua yang ada.

Seperti buku Cintapuccino yang mengingatkan saya pada cinta virus saya, si Kalimantan, buku ini adalah satu cerita lain untuk kisah saya. Dear mbak @WinnaEffendi, terima kasih. Walaupun ini bukan tipikal novel yang akan saya beli ketika bertemu untuk pertama kali dengannya di toko buku (karena saya memang bukan seorang pembeli buku #nyengir), tapi saya sangat menikmati cerita ini. Sungguh, saya belajar banyak. Salam.

Catatan: Remember When adalah penerbitan ulang dari novel sebelumnya yang berjudul Kenangan Abu-Abu.

Advertisements

2 thoughts on “Remember when

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s