Kenapa pindah?

Mungkin itu ya pertanyaan yang muncul dari segelintir teman saya yang ngeh blog saya sudah borongan ke sini?

Lalu apa dong jawabannya? Hmm pada dasarnya ini agak nyambung dari posting saya sebelumnya tentang komitmen (baca di sini). Hampir setahun semenjak saya memutuskan untuk memakai jilbab. Kurang lebih ini membawa saya pada banyak perubahan-perubahan yang saya anggap perlu dan penting. Yah pokoknya apa-apa jadi lebih mawas diri dari sebelumnya.

Lanjutnya, simpel saja. Saya terus berpikir untuk mengubah konten blog yang saya buat sekonyong-konyong untuk alter ego saya. Rasanya sudah tidak bisa lagi ‘semau gue’ kayak dulu. Godaan untuk curahan hati colongan juga harus dilawan. Apalagi nge-post dalam keadaan marah atau kesal, itu mah jangan sampai.

Being honest, it is always about having fun for my alter ego. And yes, she really loves what the world has given her. It is truly beautiful but really, reflects you nothing but an illusion. There’s something more real that I have to face right now, it is the life after the life itself. Dan sebuah persepsi tiba-tiba saja sudah bergeser dari yang sebelumnya. But I still have to accept that alter ego as a part of mine and to make peace with her (ungkapan bahasa Inggrisnya Amerika mah, to bury the hatchet hehe). Jadi, untuk sekarang, saya masih izinkan si alter ego untuk melanglang buana sebatas ia sesuai dengan kepercayaan saya. Kelihatan fair?

Disinilah saya sekarang. Banyak yang disesuaikan dan diubah. Mungkin tidak sesuai dengan selera anda, tapi ya tak apa-apa. Paling tidak, saya berusaha konsisten dengan keinginan diri sendiri untuk selalu jadi lebih baik dan tidak membiarkan si alter ego membuat saya lepas kontrol.

Kalau mau tengok pensieve alter ego saya, sila tengok tumblr saya. Terima kasih untuk yang selalu hadir di blog saya dan rajin komentar. Posting ini saya buat untuk kamu neng, hehe. Salam.

Advertisements

9 thoughts on “Kenapa pindah?

    • Amboy asop. Lama tak bersua.
      Memang betul, wp lebih enak. Tapi tumblr juga oke, kan fungsinya beda. Makanya aku masih pertahanin wp. Eh kalau sama blogspot, enak mana?

  1. Hmm buat sapa ya? Jadi menebak-nebak dan akan lebih menebak lagi kalau ditulis : Posting ini saya buat untuk kamu Mas, hehe. :mrgreen:
    Aha, ada kata-kata yang menohok, aku kan suka curhat colongan di blog. Rada berat untuk mengalahkan alter ego. Makanya kalau lagi marah or sedih harus jauh-jauh dari yang namanya FB, twitter or WP. Tapi kalau ga tahan buat nuangin di WP biasanya aku sisipkan beberapa pengalihan, biar ga ditangkap secara gamblang.
    Btw, congrats buat blog barunya, aku lebih suka yang begini, jadi ga ribet main ke beberapa koleksi blogmu, ehehehe.

    • Hahahaha itu mah namanya mencari sensasi, sya. Yah kamu tahu lah siapa orangnya, orangnya baik banget malah udah pernah ngasih kado baguuss… #wink
      Yah yang namanya pembaca blog itu macam2 latar belakangnya. Buat beberapa orang, isi postingannya mungkin ga jadi masalah, tapi mungkin ada orang lain yang menganggapnya terlalu personal. Dan aku udah pernah kena ‘masalah’ gara-gara masalah ini. Makanya sekarang (harusnya) lebih hati-hati.
      Eh iya, selamat menikmati yang baru yaa…

      • Si blogger dengan pandangannya dan si reader dengan pendapatnya. Ah sulit untuk menyatukan keduanya, masing-masing punya penilaian. Ujung-ujungnya emang kita sebagai ‘writer’ harus lebih sensitif lagi. Hmm, kritikan buat aku juga nieh.
        Thanks, sangat menikmati ini.. :)

  2. Kunjungan balik tante :)
    Menurut saya, perubahan perlu waktu. Jangan buru-buru, nikmati proses-prosesnya :)

  3. akupun punya alter-ego. well… mungkin lbh tepat kalo dibilang : akun untuk berjaim-jaim ria, hehehe… dan satu-nya, untuk menjadi diri sendiri.

    “It’s sometimes embarassing to be me just the way I am. That’s why I have more than one twitter accounts,” – bio di akun twitter saya yg non-jaim

    • is it that embarrassing, mbak, sampai harus dibuat akun yang beda? hmm.. akun yang aku follow itu pasti yang untuk jaim ria, ya kan?
      tapi blog mbak yang sekarang juga sudah sangat cukup mewakili diri mbak yang amat sangat ekspresionis (boleh aku bilang seperti itu?). makanya aku selalu senang menyimak beberapa posting yang sudah dibaca hehe.
      jadi kalau mbak bilang ada lagi yang lain, wah aku jadi bertanya-tanya seperti apa si alter ego? penasaran deh ;)
      tapi harus ya alter ego itu sisi yang lain dari kita? itu sih yang aku pikirkan. makanya sekarang si alter ego dan bukan alter ego aku gabungkan saja. mungkiiinn.. ada yang harus ngalah tapi menurutku bukan masalah. yang terpenting kita tetap jadi diri sendiri, bukan begitu?
      eh, did it sound make sense to you? hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s