Antara mengkhayal dan Akademi Berbagi..

Pelajaran mengarang? Coba saya ingat-ingat dulu. Kayaknya di jaman saya, ada deh pelajaran seperti itu. Sepertinya masuk ke sub bahasan pelajaran Bahasa Indonesia? Err.. betul ga sih?

Diingat-ingat, saya suka pelajaran mengarang. Tapi masalah pandai atau tidak, itu lain soal. Mengarang indah untuk ujian essay saja, saya sering kehabisan ide dan kata-kata, malah nulis macam-macam ga karuan. Entahlah bagaimana dosen-dosen saya menilai karangan indah saya itu. #nyengir

Yang dulu sering saya lakukan (tapi sekarang sih sudah jarang) adalah membuat banyak karakter imaji dan mengolah satu cerita atau lebih dalam karangan khayalan. Bisa seperti itu? Entah sih kalau orang lain, tapi saya begitu. Kadang kalau sedang sendirian, pikiran saya sibuk dengan khayalan sendiri. Ini bukan tentang membuat tulisan ya, tapi sekedar mengkhayal and making up story. Beberapa dari mereka saya tulis di buku diary dalam bentuk plot cerita, dengan deskripsi karakter-karakternya. Beberapa lainnya hanya saya ingat-ingat berdasarkan sinopsis ceritanya. Dan rata-rata semua adalah love story hehe. Maklum saya masih anak remaja pitik waktu itu, alias anak baru gede.

Kenapa begitu? Well saya juga tidak tahu persis, tapi saya yakin itu hanya sebagai bentuk ekspresi belaka. Saya tidak pandai ngomong, jadi yang banyak bermain adalah imaji saya. Kenapa tidak tertulis? Itu semata-mata karena ide itu adalah paling hebat kalau datangnya tiba-tiba. Menahan ide untuk dituangkan ke dalam tulisan itu adalah sebuah penundaan yang pasti akan membuat ide-ide itu meluap dan menghilang dengan cepat. Maklum saya orangnya pelupa. Jadi saya masih lebih memilih untuk menikmati alur khayal saya secara spontan.

Eniwei, saya tidak berharap anda akan mengerti maksud saya dengan semua penjelasan di atas. Salah satu cara efektif adalah dengan memberi contoh, soalnya saya juga tidak pandai mendeskripsikan sesuatu. Tapi saya sungguh tidak ingin dikatakan sebagai orang gila kalau saya ketahuan bicara sendiri hehe. Paling jauh, anda akan melihat saya sering melamun. Itu saja. #nyengir

Oh iya, saya sebenarnya tidak bermaksud cerita soal kebiasaan saya. Beberapa saat yang lalu, Akademi Berbagi mengadakan kelas pendek dengan topik ‘mengarang’ dan narasumbernya adalah mbak @clara_ng langsung. Beberapa teman saya beruntung terpilih sebagai partisipan, sementara saya cuma sekadar menyimak reportase langsung kelas itu melalui Twitter. Menarik juga, karena ada beberapa tips mengarang yang dibagi oleh mbak Clara Ng. Saya share aja beberapa disini ya.

  • RT @ranume: Ide itu murah, mudah, dan dapat ditemui dimana2. Yg susah bukan dapat ide. tp menyeleksi idenya.. #Akber #mengarang @akademiberbagi
  • Menyeleksi ide: cari yg ada 1. konflik 2. ending 3. opening #Akber #mengarang
  • Konflik akan menjalankan cerita. Tanpa konflik, fiksi tak akan ada. #akber #mengarang
  • Menulis fiksi itu seperti memasak. Kita harus tau ‘ingredients’-nya #akber
  • Menulis fiksi. Mulailah dengan menciptakan SETTING. #akber
  • Setting berhubungan dgn panca indera. Buat pembaca ‘merasakan’ cerita.
  • Dari SETTING, kita dapat menciptakan TOKOH. ex: di sebuah desa di kaki gunung bromo–hadirlah tokoh pemuda desa berkulit coklat #mengarang
  • Bermain karakter. ‘Kawinkan’ deskripsi seseorang dgn deskripsi benda mati. ex: supir bus dgn meja #akber #mengarang
  • Supir bus itu berwajah ke’coklat’an dan ‘persegi’,me’rokok’ tiada henti dengan pipa ‘kayu’nya. #akber #mengarang
  • Setting + Karakter menghasilkan Plot #akber
  • Plot dipengaruhi oleh SUDUT PANDANG (SP). Misal SP1 = aku, SP2 = kamu, SP3 = dia/mereka #akber #mengarang
  • Contoh novel yg SP1 : Indiana chronicles. dimana ada cerita,indiana selalu ada.
  • Apalagi yg dibutuhkan dalam menulis fiksi? DIALOG. Tanpa dialog, cerita menjadi ‘bisu’. #akber #mengarang
  • Gunakanlah DIALOG sebaik mungkin. Jgn sampai pembaca kehilangan waktu hanya utk membaca chitchat si tokoh. #akber
  • Dalam fiksi,seimbangkan DIALOG+ADEGAN dengan NARASI.
  • Perhatikan OPENING&CLOSING. bagi @clara_ng , opening itu harus mengguncang pembaca. Mainkan ‘adegan’. #akber #mengarang
  • Jika bingung, taruhlah adegan penting yg ada di tengah cerita mjd opening cerita. Buat pembaca penasaran @clara_ng
  • Hal yg perlu diperhatikan dlm menulis fiksi adalah BAHASA. Ini jg yg membedakan antara fiksi & non-fiksi.
  • Pahami bahasa. ‘Bermain’lah dgn metafora
  • Kenalilah tokoh fiksimu. Buat karakter yg kuat shgga tanpa mencantumkan nama pd dialog, pembaca dpt mengenali siapa yg ‘bicara’. #mengarang
  • Dengan RISET,fiksi akan lebih kaya.
  • RT @dbrahmantyo: Keindahan #fiksi adlh bgm dia bersandar pada kekuatan bahasa yg membentuk visualisasi di imaji pembaca. ~ @clara_ng #AkBer

Emm.. kelas Akademi Berbagi ini memang tempatnya terbatas. Karena kelasnya gratis, sementara materinya bermanfaat dan menarik banget, ga heran peminatnya banyak. Beruntung lah bisa terpilih jadi partisipan dari kelas yang biasanya hanya menampung 30 orang. Apalagi untuk kelas kemarin yang ngajar mbak Clara Ng langsung. Langka! Dan gratis! #nyengir. Tapi seperti saya cuma menyimak reportase live kelasnya lewat twitter @akademiberbagi, itu saja sudah cukup.

Oh iya, untuk yang mau ikutan kelas Akademi Berbagi dan atau mencari informasi detil, sila follow akun twitternya langsung atau klik website-nya. Semoga bermanfaat. Salam.

PS: Setelah dipikir-pikir, kok saya jadi malu sendiri dengan kebiasaan mengkhayal yang aneh ini. Macam-macam saja.

Advertisements

2 thoughts on “Antara mengkhayal dan Akademi Berbagi..

  1. Tina, Tina…..
    Aku juga suka ngayal, dulu sebelum tidur pasti ngayal dulu baru bisa tidur.
    Ahaaa, jadi kepikiran buat posting khayalan waktu masih ababil, hehehhe.
    Sampai sekarang aku juga masih suka ngayal, kadang suka ngayal scene-scene pendek kayak di film-film, seringnya drama-drama percintaan. Cuma sedikit hasil khayalan yang dituang tertulis, seringnya aku cuma bikin cerita di kepala terus mood jadi kebawa dengan cerita yang dikhayalkan, hehehe.
    Tenang, kalau kamu dibilang gila, bukan kamu doang koq, aku juga pasti dibilang gila :D

  2. Waduh, ternyata. Aku shock nih hehehe Kok bisa kita mirip-mirip gini? Ini bukan soal narsis tingkat tinggi yang waktu itu kamu cerita kan? Hayooo jelaskan padakuh!

    PS: Kalau aku mengkhayalnya ga kenal tempat, di mana aja. Selama memang ingin, yah hayuk :D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s