YISC: 13 Februari 2011

Salaam.

Maaf, sepertinya sudah lama sekali sejak posting terakhir. Jadi, long time no see hehe.

Belakangan ini, saya memutuskan untuk secara teratur ikut kelas studi Islam dan YISC Al-azhar jadi pilihan utk liqo. Liqo di masjid dekat rumah sih ada juga yang mingguan tapi ku pikir saya memang butuh tempat khusus untuk lebih memotivasi diri sendiri belajar secara teratur setiap minggu, ga sekedar ikut ceramah mingguan di masjid. Alhamdulillah, karena di YISC ini, saya dapat ilmu lagi tentang cara baca Qur’an, dan kedua, ada kelas studi Islam di sini sebagai tempat Tausiyah dan tanya jawab.

Mulai sekarang, saya share aja ya isi tausiahnya di sini. Cuma sekedar poin-poin penting yang aku tangkap dari setiap pertemuan. Tapi semoga ini memberikan manfaat, khususnya buat saya sendiri. Oh oya, tausiah pertama kemarin itu memang waktunya cuma sebentar. Jadi maafkan ya bila tak seberapa banyak yang bisa dibagi.

Tausiahnya dipimpin oleh Ust. Budi Ilyas. Temanya adalah tentang khasanah Islam, di mana garis besar diskusi kami waktu itu adalah mengenai Khulafaur Rasyidin. Surat pedomannya sendiri adalah QS Al Baqarah 2:213.

كَانَ النَّاسُ أُمَّةً وَاحِدَةً فَبَعَثَ اللّهُ النَّبِيِّينَ مُبَشِّرِينَ وَمُنذِرِينَ وَأَنزَلَ مَعَهُمُ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ لِيَحْكُمَ بَيْنَ النَّاسِ فِيمَا اخْتَلَفُواْ فِيهِ وَمَا اخْتَلَفَ فِيهِ إِلاَّ الَّذِينَ أُوتُوهُ مِن بَعْدِ مَا جَاءتْهُمُ الْبَيِّنَاتُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ فَهَدَى اللّهُ الَّذِينَ آمَنُواْ لِمَا اخْتَلَفُواْ فِيهِ مِنَ الْحَقِّ بِإِذْنِهِ وَاللّهُ يَهْدِي مَن يَشَاء إِلَى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيمٍ

Manusia itu adalah umat yang satu. (Setelah timbul perselisihan), maka Allah mengutus para nabi sebagai pemberi kabar gembira dan pemberi peringatan, dan Allah menurunkan bersama mereka Kitab dengan benar, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. Tidaklah berselisih tentang Kitab itu melainkan orang yang telah didatangkan kepada mereka Kitab, yaitu setelah datang kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, karena dengki antara mereka sendiri. Maka Allah memberi petunjuk orang-orang yang beriman kepada kebenaran tentang hal yang mereka perselisihkan itu dengan kehendak-Nya. Dan Allah selalu memberi petunjuk orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus. (QS, 2:213)

Kata Khulafaur Rasyidin (dari bahasa arab) adalah yaitu dari kata Khulafa dan Ar-rasyidin. Khulafa menunjukan banyak Khalifah. Sedangkan kata Khalifah berarti pemimpin, dan Ar-rasyidin artinya yang diberi petunjuk. Jadi Khulafaur Rasyidin artinya pemimpin yang diberi petunjuk.

Sejarah para khalifah dimulai dengan diturunkannya surat Al Maidah ayat 3. Pada hari ini (masa Haji Wada’, haji terakhir yang dilakukan Nabi SAW), telah Ku-sempurnakan agamamu dan Aku cukupkan kepadamu nikmat–Ku dan Aku telah ridloi Islam itu jadi agama bagimu. Ayat ini adalah ayat terakhir yang Allah SWT turunkan pada Nabi Muhammad SAW, sebagai petunjuk bahwa Islam telah sempurna. Ketika Nabi memberitahukan hal ini kepada para sahabat, mereka semua bergembira, kecuali satu orang yaitu Abu Bakar Shiddiq. Sungguhlah, Abu Bakar bersedih karena beliau mengetahui bahwa Nabi Muhammad akan pergi meninggalkan kaumnya. Dan betul, di tanggal 12 Rabiul Awwal, Senin Awal 11 H, Nabi Muhammad saw wafat, menghembuskan nafas terakhir beliau.

Sepeninggal Rasul, kaum Islam bergejolak. Kaum muhajirin dan anshar berseteru ingin menjadi pemimpin. Para sahabat pun menerima kabar ini dengan berat hati. Persiapan pemakamannya dihambat oleh Umar bin al-Khaththab yang melarang siapapun memandikan atau menyiapkan jasadnya untuk pemakaman. Ia berkeras bahwa Nabi tidaklah wafat melainkan sedang tidak berada dalam tubuh kasarnya, dan akan kembali sewaktu-waktu (Hayatu Muhammad, M Husain Haikal). Beliau mencabut pedang dan berkata: “Jika ada seseorang yang mengatakan bahwa Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam telah meninggal, akan kupotong kepalanya dengan pedangku.” Adapun orang yg paling tegar adalah Abu Bakar ra. Keluarlah beliau menemui umat Islam saat itu dan berkata: “Barangsiapa menyembah Muhammad, maka Muhammad sekarang telah wafat, dan barangsiapa yang menyembah Allah, maka sesungguhnya Allah kekal, hidup, dan tidak akan mati.” (Ali ‘Imran ayat 144)

Khulafa’ur Rasyidin adalah empat khalifah pertama sebagai pengganti Rasulullah, yaitu pada masa pemerintahan Abu Bakar Ash Shiddiq (1), Umar bin Khattab (2), Utsman bin Affan (3) dan Ali bin Abi Thalib (4).  Para kalifah ini bergelar Radhiallahu ‘Anhu (رضي الله عنه). Tugas Rasulullah semasa hidup beliau adalah sebagai pembawa risalah, pemimpin negara, dan pemimpin agama. Sementara tugas para khalifah adalah menggantikan kepemimpinan Rasulullah. Oleh karena itu, tugas para khalifah pun sama, kecuali untuk menjadi pembawa risalah.

Khalifah Abu Bakar dipilih atas hasil musyawarah dan ia menjadi khalifah hanya dua tahun. Pada masa pemerintahan Abu Bakar, muncul pergolakan antara lain; munculnya nabi palsu, kaum murtadin atau yang kembali ke agama sebelum memeluk Islam, dan tidak ada lagi orang yang berzakat. Namun pada masanya, khalifah memulai penghimpunan ayat-ayat Al-Quran.

Umar bin Khattab dipilih langsung oleh Abu Bakar ra untuk menggantikannya. Pada jaman beliau, Islam meraih masa-masa kejayaan, seperti pembukuan Al-Quran, solat tarawih, pembangunan penjara dan adanya angkatan perang yang menyebabkan meluasnya daerah kekuasaan Islam, penentuan kalender Hijriah, juga adanya baitul mal. Khalilfah sendiri meninggal dibunuh oleh Fairuz (dikenal juga sebagai Abu Lu’lu’ah) ketika beliau sedang shalat subuh.

Khalifah Utsman bin Affan dipilih sebagai hasil musyawarah. Beliau melanjutkan penulisan ayat-ayat suci Al-Quran. Kepemimpinan Usman memang sangat berbeda dengan kepemimpinan Umar. Yang disayangkan dari kepemimpinannya adalah kebijaksanaannya mengangkat keluarga dalam kedudukan tinggi. Dan saya baru tahu bahwa Al Quran yang kita pegang saat ini adalah mushaf Utsman.

Sayyidina Ali bin Thalib terpilih kemudian, beliau dipilih dari hasil musyawarah yang juga atas sepertujuan dewan syura. Pada masa pemerintahannya, ia menghadapi berbagai pergolakan dan pemberontakan. Perang besar yang dikenal pada jaman beliau adalah perang Shiffin yang mengakibatkan perpecahan di akhir masa pemerintahan beliau, antara beliau dan kaum Mu’awiyah, juga nantinya kaum Khawarijj (kaum yang tidak memihak Ali maupun Mu’awiyah).

Dan pembahasan di atas menutup tausiahnya. Jadi, sekian rekapnya.

Selama menyusun posting ini, ada beberapa bacaan online yang saya kunjungi, seperti di sini, sini, sini, sini, sini, dan sini. Sila cek jika berkenan :) Jika ada kesalahan yang disengaja atau tidak, mohon dimaafkan. Wallahu a’lam bishawab. Hanya Allah SWT-lah yang Maha Mengetahui akan Kebenarannya.

Advertisements

3 thoughts on “YISC: 13 Februari 2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s