Kamil: 3 Minggu

Salaam.

Mau memperkenalkan nih, pacar kecil saya (baca: keponakan). Namanya Camillo Abilal Pambudi. Umurnya tepat 3 minggu malam Jumat kemarin, karena dia lahir tanggal 13 Januari 2011, jam 19.30 lewat sedikit.

Ga terasa deh sudah tiga minggu. Bagaimana tidak, lha wong saya cuma ketemu dia di pagi hari sebelum pergi ke kantor dan di malam hari sebelum saya tidur. Cuma di hari sabtu sepertinya saya bisa puas main dengan baby Kamil. Kalau minggu sih jangan ditanya, saya yang sibuk sendiri hehe.

Makin tambah umurnya, tentu saja dia makin tumbuh pintar. Tahukah, bahwa dia sekarang sudah lebih pintar menyusui bubu-nya? Awalnya khawatir karena ASI bubu-nya sedikit dan tidak lancar, tapi baby Kamil pelan-pelan mulai teratur menyusui. Akhirnya memang belum bisa ASI ekslusif karena bercampur susu formula sebagai perangsang dan supaya tidak kekurangan cairan dan jadi kuning. Tapi sekarang minum ASI-nya makin banyak kok, walaupun bubu-nya masih belum maksimal memproduksi ASI. Pipisnya lancar deh. Dulu kalau pipis, baby Kamil cuek dan terus saja tidur (memang bayi itu begitu ya), tapi sekarang dia pasti rewel deh untuk beberapa detik untuk menunjukkan ke orang-orang di sekelilingnya bahwa “ini lho, aku pipis”, sebelum akhirnya dia balik bobok lagi. Lucu yah? Terus, sekarang dia juga sudah bisa mengeluarkan suara erangan pelan dari mulut kecilnya itu (di luar suara tangisan). Kadang-kadang kalau kita ajak dia ngomong, ekspresi wajahnya berubah seperti lagi mendengarkan juga lho. Ini lucu banget malah. Dia tiba-tiba jadi diam, wajahnya bengong dan berubah serius dengan kerutan-kerutan di dahinya, yang kata bubu-nya mirip Albert Einsten hihi lucu deh pokoknya. Aunty-nya jadi gemes. Terakhir kali saya ajak baby Kamil ngobrol dengan baca Al-Fatihah dan beberapa surah pendek, wajahnya lagi-lagi menunjukkan ekspresi ‘aku dengerin’ lho. Wah, Subhanallah. Oh iya satu lagi perubahan signifikan adalah tangannya itu yang sudah bisa menggengam benda apapun yang datang di tangan kecilnya itu. Benar-benar deh, bayi 3 minggu yang menggemaskan.

Hmm.. di umur 3 minggunya, ternyata baby Kamil juga masih susah pupu. Percaya ga sih, baby juga mengalami kesulitan untuk urusan ini? Selama tinggal di rumah, baby Kamil sepertinya baru bisa pupu 4x. Itu juga setelah ia dibawa ke dokter anak dan diberi tindakan. Akhirnya kemarin dia dibawa juga ke rumah sakit untuk rontgen di bagian perut dan usus. Sempat juga deg-degan, takut ada apa-apa. Untung saja, menurut hasil pemeriksaan, tidak ada yang serius, hanya memang fesesnya menumpuk di ususnya dan harus dikeluarkan dengan BAB biasa. Sepertinya memang fungsi usus baby Kamil lambat mencerna. Takaran susu yang diminumnya terlalu kental untuk ukuran ususnya. Jadi langkah yang diambil sekarang adalah mengencerkan susu formula yang diminumnya (ASI-nya tidak bisa diganggu-gugat), supaya fesesnya yang tertumpuk bisa keluar dulu. Boleh juga katanya memakai alat bantu dari luar untuk melancarkan BAB. Kata dokter sih aman. Yang penting adalah supaya feses yang tertumpuk itu bisa keluar terlebih dahulu.

Fiuuhh.. cukup merepotkan juga urusan si baby ini. Yang membingungkan adalah untuk kasus ASI ibu yang tidak lancar, terutama dari ibu yang melahirkan secara cesar. Inginnya memberikan ASI ekslusif. Tapi dari hari ke hari, bayi dan ibu-nya belum menemukan posisi yang nyaman ketika menyusui, sementara sang ibu masih berkutat dengan sakit bekas operasinya dulu. Yang ada si ibu jadi stres dan itu juga berpengaruh pada kelancaran ASI. Pada beberapa kasus, ASI ibu bisa juga lebih dari tiga hari belum keluar atau sedikit. Jadi kasihan juga sama baby-nya, karena haus dan rewel. Akhirlah susu formula jadi solusi alternatif. Tapi memang resiko bayi yang diberi susu formula lebih besar kemungkinan untuk susah BAB, seperti baby Kamil. Bagaimanapun juga, yang paling bagus adalah memberikan ASI ekslusif pada si bayi, sebisa mungkin.

Memang nih membingungkan, apalagi untuk pasangan dengan anak pertama. Pasti bingung karena kurang paham, kagok, dan memang tidak ada pengalaman. Tapi mudah-mudahan semua ada jalannya ya. Mudah-mudahan baby Kamil tumbuh dengan sehat. Amiin..

Well, pada akhirnya inti dari semuanya adalah si aunty jadi banyak belajar. Itu yang paling penting sih hehe. Harus banyak belajar juga dan tiap hari harus bersyukur, ya kan chan?

Oh iya, by the way busway, foto di atas itu adalah foto Kamil baru berusia dua hari. Lucu kan? Hehehe..

Advertisements

2 thoughts on “Kamil: 3 Minggu

  1. Lucuuuuu. Jadi sekarang Nona Chan berubah jadi Aunty Chan? Selamat ya :) Semoga Baby Kamil tetap sehat meskipun sekarang lagi bermasalah dengan pupu dan pemberian ASI-nya.
    Saya doakan juga semoga nyusul *lhooo? :mrgreen:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s