#komitmen

Tahukah, apa yang ada di benak saya ketika saya berpikir tentang kata komitmen?

Banyak sih yang terlintas tapi belakangan ini saya sedang dibingungkan dengan berbagai tempat di dunia maya yang saya sudah singgahi dan saya jadikan sebagai daerah jajahan. Oke, kata-kata ‘daerah jajahan’ itu memang terdengar keren, haha.

Singkatnya begini, saya cuma merasa berdosa karena terlalu banyak membuat akun-akun di dunia maya tanpa serius untuk menggelutinya. Taruhlah seperti twitter, saya punya 3 akun yang (syukurnya sekarang) masing-masing sudah punya fungsi dan perannya sendiri. Jadi ingat jaman friendster dulu, waktu saya sering ‘curhat’ di blognya. Pernah buat akun blogspot cuma untuk beberapa kali posting tapi tidak bertahan. Akhirnya, multiply jadi andalan saya deh untuk waktu yang cukup lama. Sementara di era facebook, saya cukup sering pakai aplikasi notes-nya. Multiply-nya sendiri jadi terbengkalai. Apalagi setelah saya berkenalan dengan tumblr dan sempat main sebentar di sana, sebelum lagi-lagi buat satu akun lagi di flickr. Dan.. sekarang, saya sedang sering berkutat di dua wordpress saya. Iya, betul sekali, dua wordpress sekaligus, dengan beda fungsi tentu saja yang mewakili dua sisi saya yang berbeda. Kok bisa begitu yah? Entahlah saya juga bingung sendiri hehe.

Makanya, belakangan ini saya jadi sering berpikir tentang komitmen saya di berbagai dunia jajahan itu. Ga penting sih tapi penting juga kalau dipikir-pikir hehe. Pokoknya saya jadi berpikir saya cukup sembrono dengan punya macam-macam akun itu. Karena toh saya tidak konsisten mengurusnya. Itu saja sih. Dan, sekarang sepertinya saat yang tepat untuk saya menata ulang hidup saya, eh menata ulang berbagai akun-akun itu (dan juga hidup saya) hehe, supaya jadi lebih baik dan.. lebih santai. Bukankah yang terbaik adalah membatasi hidup dengan hal-hal yang penting saja dan membuang yang tidak perlu?

Mudah-mudahan dengan lebih sedikit dunia jajahan, hidup saya jadi lebih tenang. Mudah-mudahan dengan begini, saya bisa lebih menghemat penggunaan internet juga. Bukan begitu?

Salaam.

PS: baru ingat, terakhir kali saya baru saja merapikan akun email-email saya. Akhirnyaaa… satu email di yahoo, satu di gmail, dan tentu saja satu email kantor sudah lebih dari cukup kan??

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s