Sabtu Jetlag, Geje, ‘sambil meng-update diri’.

Ah another Saturday coming. Saya masih tidak percaya.

Rasanya jet lag. Ya jet lag. Setiap hari kerja, bangun pagi-pagi (hmmm.. pagi kalau saya sedang puasa, dan sedikit lebih siang ketika saya sedang cuti puasa) lalu terburu-buru untuk menyiapkan diri berangkat ke kantor. Selalu begitu aktivitasnya. Tapi sabtu pagi saya rasanya bingung. ‘Geje atau ga jelas’, kalau istilah seorang teman saya. *nyengir. Ketika bangun, tidak tahu mau apa. Malas-malasan, mungkin itu istilah yang lebih tepat lagi. Bah.

Karena saya orangnya ‘BB user’ hanya di saat weekend, ini nih saatnya uptodate dengan bebek saya. Sambil bolak-balik pindah kiri-kanan posisi badan di tempat tidur, saya baca-baca si burung berkicau, coba-coba aplikasi baru, lihat-liat update status bebek kawan-kawan, buka fesbuk (yang sekarang jarang saya buka kalau sedang di kantor), merefresh wp, bolak-balik meng-uninstall dan install aplikasi karena suka bikin error bebek saya. Bolak balik kerjanya cuma satu, main bebek. Haduh. Geje.

Dua hari terakhir tepatnya saya memang sedang geje. Dua hari lalu pulang kantor, saya sempatkan pergi ke dua mall beruntun sendirian. Yak dua mall di Jakarta, kawan, hanya karena memburu suatu barang yang saya yakin ada di mall pertama, tapi kemudian saya kecewa tidak mendapatkannya lalu akhirnya kembali ke mall kedua. Pulangnya lebih geje lagi, karena saya paling malas naik angkutan umum ibukota yang namanya bis, kopaja, metro mini dan teman-temannya, padahal saya mengantuk sekali. Artinya kurang lebih, saya harus muter-muter jalanan Jakarta untuk bisa pulang sampai di rumah. (Saat-saat seperti ini saya sungguh menghargai adanya angkutan kereta.) Akhirnya karena mengantuk dan tertidur di bis kota, saya terbawa ke daerah yang agak lebih jauh, yang membuat saya lebih susah lagi untuk mencari angkutan langsung ke arah rumah. Taksi kemudian menjadi pilihan terakhir. Haduh.

Kemarin penyakit geje saya kumat juga walau dengan level yang tidak seberapa. Setelah pulang kantor, saya putuskan untuk berkeliling di mall dekat rumah. Kerja saya cuma muter-muter ke satu toko ke toko yang lain. Di toko buku, kerja saya mempelototi halaman depan buku satu-persatu. Rasanya ingin beli buku, tapi saya teringat tumpukan buku yang belum selesai dibaca. Lagi gatal untuk beli buah mangga kesukaan saya, ternyata harga mangga gedong per ons nya sedang naik-naiknya ke harga tiga ribuan. Glek, mahal! *padahal ranumnya itu mangga, alamak. Liat diskon menggila di sebuah toko pakaian, ahh yang saya ingin beli ternyata harganya tetap saja mahal. Dan akhirnya saya percaya bahwa sepertinya saya sudah lama tidak menonton sebuah film untuk bisa buat saya tertawa terpingkal-pingkal, agar sembuh dari ke’geje’an saya. Tapi setelah masuk ke sebuah toko musik, (kali ini saya tidak ingin nonton bajakan) film yang saya cari justru belum ada versi ori-nya. Haduh. Tambah geje saya. Ah lebih baik pulang ke rumah saja, tentu saja sambil naik ojek. Namanya juga lagi geje, alias malas. Duh.

Kembali lagi ke hari sabtu pagi, hari ini saya masih tidak tahu mau apa. Apa memang sabtu itu hari geje? Wong minggu pagi saya tidak seperti ini. Jetlag mungkin? Ah malas sepertinya sudah pasti. Tapi saya tahu persis apa yang tidak saya dapatkan dari dua hari lalu. Sabtu ini saya mungkin berjaya. Dan hal pertama yang saya harus lakukan adalaaah.. bangun dari tempat tidur ini dulu. *nyengir

Have a nice Saturday morning, kawan! Salaam.

Advertisements

5 thoughts on “Sabtu Jetlag, Geje, ‘sambil meng-update diri’.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s