can i have the answer?

Untuk bermacam-macam pertanyaan di kepala saya, di setiap hari, pagi dan malam.

Kenapa Tuhan memberikan cobaan demi cobaan kepada hamba-Nya? Kenapa saya manusia melakukan kesalahan demi kesalahan, yang kadang adalah kesalahan sepele yang bisa dihindari, kadang bahkan kesalahan yang sama?

Kenapa ketika saya berusaha berbuat benar, tapi di saat yang lain untuk orang lain, itu seperti sebuah kesalahan? Kenapa begitu sulit untuk membuat pilihan yang terbaik untuk semua orang? Kenapa tidak saya lakukan semua hal dengan benar dan tidak menyakiti orang lain? Kenapa tidak saya membahagiakan diri saya juga orang lain? Kenapa saya bisa melukai orang lain padahal saya tidak bermaksud jahat? Kenapa saya bisa dibenci dan pun kenapa saya bisa membenci makhluk ciptaan Tuhan yang begitu indah?

Dapatkah saya dapatkan jawabannya?

Kenapa saya tidak bisa merasa ketika saya harus merasa? Kenapa saya tidak bisa menangis ketika saya harus menangis? Kenapa saya tidak bisa tertawa ketika saya butuh tertawa? Kenapa saya harus meringis ketika saya butuh tersenyum? Kenapa saya tidak merasa bahagia tapi saya tahu bahwa saya masih baik-baik saja?

Kenapa saya tidak bisa merasa menyesal dengan sesungguh-sungguhnya? Kenapa saya bisa tidak benar-benar merasa bersalah ketika saya dituduhkan bersalah? Kenapa saya pun tidak bisa merasakan sebuah permohonan maaf yang tulus? Kenapa rasanya semua tidak nyata? Kenapa kesedihan dan kemarahan saya tidak bisa dirasakan oleh orang lain?

Kenapa saya harus berusaha menjelaskan ketika kata-kata saya tidak didengarkan? Kenapa ketika hanya diam pun, saya tetap disalahkan? Dan kenapa pun saya harus marah ketika saya dipancing? Kenapa saya tidak bisa membalasnya dengan sebuah kebaikan? Namun kenapa kebaikan itu pun tidak bisa memuaskan siapa-siapa? Kenapa hati saya makin tersakiti? Kenapa saya tidak bahagia? Kenapa tidak saya merasa beruntung di jalan hidup saya? Kenapa saya harus ikut menjadi -tidak baik- di antara ketidakbahagiaan saya?

Kenapa saya tidak bisa seperti sang pemimpin umat yang mengasihi semua orang dengan penuh ketulusan? Kenapa saya tidak bisa tersenyum ketika saya disakiti? Kenapa tidak saya meminta maaf walaupun saya tidak bersalah? Kenapa tidak saya mengambil pilihan untuk tidak membalas perbuatan jahat orang lain? Kenapa tidak saya bersabar menghadapi orang-orang yang memutuskan untuk berbuat jahat?

Manusia, oh manusia.

Kenapa kadang hati saya bisa hampa? Kenapa saya tidak bisa selalu mengeluarkan air mata ketika mengadu pada-Mu? Kenapa begitu sulit untuk mengingat-Mu setiap hari, setiap detik, setiap menit, setiap jam? Kenapa begitu sulit untuk selalu menyapa-Mu walau hanya lima kali dalam sehari? Kenapa saya bekerja begitu keras jika akhirnya saya melupakan-Mu? Kenapa pikiran saya bisa berlari kemana-kemana ketika saya sedang berhadapan dengan-Mu? Kenapa saya terlalu asyik dengan diri saya sendiri ketimbang asyik bersama-Mu? Kenapa saya tidak menghadap-Mu langsung dengan ‘berani’? Kenapa saya tidak bersungguh-sungguh untuk memuja-Mu?

Kenapa saya hanya mengingat-Mu ketika saya sedih? Atau kenapa saya harus melupakan dan justru membenci-Mu di saat-saat terpuruk saya? Kenapa saya tidak bisa mengingat-Mu ketika saya bahagia? Kenapa saya lupa untuk bersyukur?

Sungguh saya takut jika saya lupa pada-Mu. Sungguh saya takut jauh dari-Mu. Sungguh saya takut berpaling dari jalan-Mu. Sungguh saya takut durhaka pada-Mu? Saya harap KAU tahu bahwa saya terus berusaha.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s