hello school girl.

episode 1.

hari itu kami berdua tertawa cekikikan. itu di sebuah pagi di mana kami seperti biasa berangkat ke sekolah bersama-sama. kereta berhenti di satu stasiun dan kami menemukan dia, si anak laki-laki berkacamata yang telah lama jadi incaran kami berdua, terburu-buru masuk sebelum pintu kereta menutup lagi. hari itu dia terlihat keren dengan jaket biru navy yang menutupi seragam sekolahnya.

mata kami tak lepas dari nya. ketika tiba-tiba dia seperti mengetahuinya dan menoleh pada kami berdua, kami pun langsung mengalihkan pandangan ke arah berbeda dan berusaha menyibukkan diri.

setelah memastikan dia sudah tidak peduli dengan kehadiran kami, aku pun nyengir pada kawanku. dan di situ lah tangannya menunjuk-nunjuk ke arah kerahku. heei, aku tidak memakai dasi panjang hitam sekolahku kali ini. gawat. oh, malas sekali kalau harus ditegur cuma karena masalah ini, gerutuku.

sudah setengah perjalanan berlalu. tidak perlu lagi cemas berlebihan. jadi akhirnya ku putuskan untuk tidak ambil pusing soal dasi ini. biarkan saja.

mataku beralih ke arah yang berbeda dari si anak laki-laki berkacamata. tiba-tiba mataku beradu dengannya. dia tersenyum dan aku pun membalasnya. setidaknya aku harus bersikap sopan. dia, ahjussi, tetangga yang tinggal beberapa lantai dari kontrakan ibuku. hari ini ia terlihat rapi dengan setelan jas, dipadu kemeja putihnya. seperti biasa, dia selalu rapi jika menuju kantor.

setelah beberapa saat dalam kecanggungan karena tidak tahu harus menyapa atau tidak, tiba-tiba dia berpindah posisi menuju tempatku berdiri. hei, apa maunya, ku bertanya dalam hati.

*menjelang sore.

sayup-sayup ku mendengar penjelasan guru itu. perhatianku jelas-jelas tidak tertuju padanya. tapi dasi ini. ku teringat kembali peristiwa pagi tadi.

ahjussi mendekat. dengan satu gerakan, ia melepas dasi hitam panjangnya dan kemudian menawarkannya padaku. aku terdiam. ia sendiri kemudian menarik tanganku dan meletakkan dasi itu di genggaman tanganku. melarikan pandangannya ke luar, ia seperti tahu bahwa ia sudah sampai di stasiun tujuannya. dia tersenyum sebelum berlalu. tanpa kata-kata.

oh, aku baru tersadar. sungguh senyumnya manis sekali. perlahan-lahan aku merasa bibir ini merekah dan menyimpulkan satu bentuk senyuman kecil. aku suka dasi ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s